Kesenian Daerah Kalah Pamor, Jazilul: Orang Lebih Suka Drakor-Game Online

Erika Dyah - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 18:46 WIB
Kesenian Daerah Kalah Pamor, Jazilul: Orang Lebih Suka Drakor-Game Online
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Indonesia dikenal dengan kekayaan aneka seni budaya daerah warisan leluhur, salah satunya Tari Topeng Cirebon. Sayangnya, aneka kesenian daerah mulai kalah pamor dibandingkan kesenian-kesenian modern.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai budaya warisan sekarang sudah banyak yang ditinggalkan, sebab kalah pamor dengan kesenian dari luar negeri, seperti drama Korea. Menurutnya, anak muda kini lebih gandrung dengan kesenian modern dan melupakan seni tradisional warisan leluhur.

"Seiring waktu, kita lebih suka budaya-budaya kontemporer seperti drakor (hingga) game online," kata Jazilul dalam keterangannya, Senin (4/10/2021). Hal ini dia ungkapkan usai menyaksikan pertunjukan Tari Topeng Klana Tanjak yang ditampilkan Raden Gendis Puteri Kencana, putri dari Ratu Raja Arimbi Nurtina dari Kesultanan Kanoman Cirebon pada Minggu (3/10).

Padahal, kata Jazilul, di dalam gerak, seperti pada Tari Topeng Cirebon, ada filosofi yang terkandung di dalamnya. Oleh karenanya, ia meminta pemerintah untuk menghidupkan kembali warisan budaya berupa tarian yang mengandung nilai seni budaya bangsa.

"Siapa yang bersalah dalam konteks ini? Sebenarnya kita sendiri sebagai bangsa Indonesia yang memiliki sejumlah keragaman adat budaya kerajaan itu tidak merasa bangga dengan apa yang kita punya," ujarnya.

Menurutnya, bangsa Indonesia seharusnya bangga dengan berbagai seni budaya warisan leluhur yang dimiliki. Namun terkadang, ia menilai anak bangsa malah merasa minder, kecil, dan merasa budaya bangsa kita kalah unggul dibandingkan budaya bangsa lain.

"Padahal budaya kita unggul, cuma kita saja yang minder, kurang percaya diri dengan yang kita miliki," tuturnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anak bangsa untuk bersama-sama mempertahankan budaya asli sehingga bangsa Indonesia bisa bangga dengan kebudayaan leluhur.

Untuk diketahui, Tari Topeng Cirebon adalah salah satu tarian di Tatar Parahyangan. Kesenian ini merupakan kesenian asli daerah Cirebon, termasuk Indramayu, Jatibarang, Losari, dan Brebes.

Di Cirebon, tari topeng memiliki berbagai jenis, mulai dari gerakan maupun cerita yang ingin disampaikan. Terkadang tari topeng dimainkan oleh satu penari tarian tunggal, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa orang.

Adapun salah satu jenis tari topeng yang berasal dari Cirebon adalah Tari Topeng Klana. Tarian ini merupakan semacam bagian lain dari tari topeng Cirebon lainnya, yaitu Tari Topeng Kencana Wungu. Adakalanya kedua tari Topeng ini disajikan bersama, atau biasa disebut dengan Tari Topeng Klana Kencana Wungu.

Tari Topeng Klana merupakan rangkaian gerakan tari yang menceritakan Prabu Minakjingga (Klana) yang tergila-gila pada kecantikan Ratu Kencana Wungu, hingga kemudian berusaha mendapatkan pujaan hatinya. Namun, upaya pengejarannya tidak mendapat hasil. Kemarahan yang tak bisa lagi disembunyikannya kemudian membeberkan segala tabiat buruknya.

Selain Tari Klana, Cirebon juga memiliki berbagai jenis tarian lainnya, di antaranya Tari Topeng Panji, Tari Topeng Samba, Tari Topeng Rumyang, dan Tari Topeng Tumenggung.

Sebagai informasi, dalam kegiatan ini, Ratu Raja Arimbi Nurtina turut didampingi oleh Pangeran Raja Muhammad Qodiruddin, putra mahkota Kesultanan Kanoman Cirebon.

(akd/ega)