detikcom Do Your Magic

Stasiun Manggarai Ditata, Wagub DKI Pastikan Bakal Ada Shelter Ojol

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 16:53 WIB
Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menjajal ujicoba sistem integrasi JakLingko.
Wagub DKI Ahmad Riza Patria (Dok. Humas JakLingko)
Jakarta -

Soal penataan Stasiun Manggarai, Dinas Perhubungan DKI menyatakan belum ada shelter ojek online (ojol) yang disiapkan, melainkan sekadar titik pengendapan saja di pinggir jalan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan pihaknya akan membuat shelter ojol di Stasiun Manggarai.

"Semuanya pasti disiapkan (shelter ojol). Jadi, transit, stasiun terintegrasi yang dibuat selama ini itu mulai dari LRT, commuter, semua sampai dengan busway, angkot, sampai ojol, juga disiapkan. Semua moda transportasi di Jakarta, diintegrasikan, sampai bajaj pun kita integrasikan," kata Riza di Balai Kota, Jakarta, Senin (4/11/2021).

Riza mengakui jalanan di sekitar Stasiun Manggarai menjadi sempit apabila para ojol menunggu penumpang. Penyempitan jalan kata Riza, terjadi karena ojol memakan badan jalan untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Bila nantinya ojol tetap menunggu di Stasiun Manggarai seusai penataan, aktivitas ojol bakal diatur supaya tertib.

"Memang ada badan jalan yang kena, tapi semua sudah diatur mekanisme aturannya. Dan juga titik-titiknya. Titik jemput dan antar sudah disiapkan," ujrnya.

Meski demikian, Riza menilai penataan di stasiun Manggarai saat ini sudah berjalan baik. Menurutnya, selain moda transportasi yang saling terintegrasi, suasana di sekitar lokasi disebut nyaman dan bersih.

"Kita lihat semuanya jadi baik. Tidak hanya bersih, rapi. Terintegrasi. Tapi juga lebih aman, nyaman, dan menggunakan digital," imbuhnya.

Diketahui, sebelum kawasan Stasiun Manggarai ini ditata, sebagian bahu jalan di dekat pintu masuk Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, dijadikan tempat mangkal para ojol.

Sebelumnya, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rudy Saptari mengatakan lahan di sekitar Stasiun Manggarai memang minim sehingga area ojol juga tidak begitu luas.

"Prinsipnya itu pick up dan drop off dengan menggunakan geofancing dari masing-masing operator mengingat lahan yang tersedia sangat minim," kata Rudy kepada detikcom, Rabu (29/9) pekan lalu.

Diketahui, jalan di kawasan Stasiun Manggarai menyempit gegara banyaknya ojol yang melakukan penurunan dan penjemputan penumpang di tepi jalan.

Sempat disebutkan Rudy, ojol di sana akan mendapatkan shelter, namun hingga saat ini, shelter yang dimaksud belum dibangun. Belakangan, Rudy Saptari menjelaskan yang disediakan bukanlah shelter ojol melainkan lokasi pengendapan saja.

"Betul, untuk lokasi ojol memang hanya lokasi pengendapan saja, bersebelahan dengan halte TJ dan lokasi pengendapan bajaj," kata Rudy.

Simak video 'Bagaimana Progres Kawasan Integrasi di Stasiun Manggarai?':

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/dnu)