Heboh Patung Soeharto: Gatot Terusik Kebangsaannya, AY Nasution Takut Neraka

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 10:52 WIB
Rombongan mahasiswa mengunjungi ruang diorama patung Soeharto, Sarwo Edhie Wibowo dan AH Nasution di Museum Dharma Bakti, Makostrad, Jakpus. Tampak seorang prajurit TNI memandu rombongan.
Patung yang dibongkar dan dipermasalhkan Gatot (Foto: dok. Kostrad)
Jakarta -

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengaku rasa kebangsaannya terusik gara-gara patung Presiden RI ke-2 Soeharto di Markas Kostrad dibongkar. Patung Soeharto itu dibongkar usai mantan Pangkostrad Letjen (Purn) AY Nasution merasa takut neraka.

Masalah hilangnya patung Soeharto ini pertama kali diungkit Gatot dalam webinar yang berjudul 'TNI Vs PKI' pada Minggu (26/9/2021). Gatot awalnya menceritakan terkait sejarah pemberontakan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia.

Dia menyebut pemberontakan PKI sebetulnya sudah dimulai pada 1948 atau tiga tahun setelah Indonesia merdeka. Dia menyebut di usia Indonesia yang semuda itu, PKI di Madiun sudah berupaya mengambil alih Indonesia.

Gatot terus menyampaikan pandangannya soal PKI hingga akhirnya menyebut PKI masih ada meski selalu dibantah. Dia juga menyebut PKI telah menyusup ke dalam TNI. Salah satu buktinya, menurut Gatot, patung Soeharto, AH Nasution dan Sarwo Edhie di Markas Kostrad dibongkar.

"Bukti nyata jurang kehancuran itu adalah persis di depan mata, baru saja terjadi adalah Museum Kostrad, betapa diorama yang ada di Makostrad, dalam Makostrad ada bangunan, bangunan itu adalah kantor tempatnya Pak Harto (Soeharto) dulu, di situ direncanakan gimana mengatasi pemberontakan G30SPKI di mana Pak Harto sedang memberikan petunjuk ke Pak Sarwo Edhie sebagai Komandan Resimen Parako dibantu oleh KKO," tuturnya

"Ini tunjukkan bahwa mau tidak mau kita harus akui, dalam menghadapi pemberontakan G30SPKI, peran Kostrad, peran sosok Soeharto, peran Kopassus yang dulu Resimen Para Komando dan Sarwo Edhie, dan peran Jenderal Nasution, peran KKO jelas akan dihapuskan dan (tiga) patung itu sekarang tidak ada, sudah bersih," lanjutnya.

Tudingan Gatot Nurmantyo soal PKI menyusup ke TNI itu telah dibantah oleh Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman. Dia menyebut patung itu dibongkar atas permintaan mantan Pangkostrad Letjen (Purn) AY Nasution.

Gatot kemudian kembali bicara soal hilangnya patung Soeharto. Kali ini, Gatot mengatakan rasa kebangsaannya terusik.

Lihat juga video 'Gatot Sebut TNI Disusupi PKI, Pimpinan DPR Minta Pembuktian':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya