Round-Up

Gatot Nurmantyo Kembali Menyoal Patung Soeharto

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 05:16 WIB
Jenderal Gatot Nurmantyo saat hadiri acara Blak-blakan bersama detikcom
Gatot Nurmantyo (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kembali mempersoalkan hilangnya patung Presiden ke-2 Soeharto. Usai mempersoalkan hilangnya patung Soeharto di Markas Kostrad, Gatot kini membandingkan patung Soeharto dengan patung Proklamator Sukarno.

Gatot Nurmantyo menyampaikan hal itu di akun YouTube Karni Ilyas dengan tajuk 'KOMUNIS BANGKIT LAGI?? JENDERAL GATOT: SAYA MEMBERIKAN WARNING!" - KARNI ILYAS CLUB'. Gatot memberi jawaban ketika ditanya tentang harapannya usai peristiwa hilangnya patung Soeharto dkk di Markas Kostrad.

"Ya saya tetap berpikir positif bahwa karena Kostrad itu adalah tulang punggung, pada saat '65 (1965) dan seterusnya, untuk menjaga. Karena justru museum itu ada di Kostrad itu adalah bentuk pewarisan sejarah, agar semua prajurit Kostrad itu tahu dan sadar, bahwa panglimanya seperti itu, kemudian Kostrad seperti itu, sehingga suatu saat operasi pasti dia paling depan Kostrad," kata Gatot dalam YouTube Karni Ilyas seperti dilihat, Kamis (30/9/2021).

Gatot kemudian bicara mengenai keberadaan patung Soeharto. Gatot merasa ironis karena patung Soeharto hilang bahkan tidak ada, sementara patung Sukarno ada di mana-mana.

"Nah ini, tiga-tiganya mengusik kebangsaan saya, sosok Sarwo Edhie, saya juga prajurit komando, Pak Harto (Soeharto), saya juga mantan Pangkostrad, Pak AY (Azmyn Yusri) Nasution juga mantan KSAD, beliau-beliau inilah contoh, panutan, tentang bagaimana perjuangan, bagaimana cara berpikir, bagaimana cara merencanakan mengambil keputusan yang efisien. Sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya bisa memutarbalikkan. Ini kan suatu hal sangat strategis bagi bukan hanya TNI, keluarganya, maupun masyarakat," tutur Gatot.

"Bung Karni, di mana-mana patung Bung Karno ada, bahkan nama Soekarno-Hatta jalan ada, Pak Harto mantan presiden ada jasanya juga, mana sih ada patung? Hanya patung kecil seperti itu pun musnah. Ini kan suatu hal yang sangat ironis," lanjutnya.

Tentang Museum Kostrad yang Urusan Patungnya Disorot GatotTentang Museum Kostrad yang Urusan Patungnya Disorot Gatot (dok.Kostrad)

Dia meminta siapa pun menghormati Presiden Indonesia. Dia berharap ada patung-patung presiden RI di Markas Kostrad.

Gatot berharap setiap Presiden RI dapat dihargai seluruh pihak. Gatot mengatakan seluruh Presiden RI dapat punya jasa kepada Indonesia.

"Nah harapan saya, marilah sama-sama kita hormati siapapun mantan presiden kita semuanya. Sehingga dunia melihat bahwa kita bangsa yang besar menghargai apapun kesalahannya, ini hanya sebagai pelajarannya jangan sampai terulang, tetapi kita angkat sama-sama. Bung Karno contohnya bawa proklamasi, kemudian Pak Harto Bapak Pembangunan, Bu Mega presiden wanita pertama, dan seterusnya, Jokowi mungkin Presiden infrastruktur, kan gitu, jadi ditokohkan semuanya pada posisi yang sama. Sehingga dunia melihat wah itu Indonesia," pungkasnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: