Terungkap Penyelundupan dari Penggerebekan Mobil Goyang di Palembang

Antara - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 17:11 WIB
Ilustrasi Jendela Mobil
Ilustrasi mobil (Foto: Getty Images/iStockphoto/stockarm)
Palembang -

Polisi mengungkap upaya penyelundupan satwa langka dari Indonesia ke Thailand yang dibawa dengan satu unit mobil. Pengungkapan ini berawal dari penggerebekan mobil goyang yang terparkir di pinggir jalan di Palembang.

Dilansir dari Antara, Kamis (30/9/2021), mobil goyang yang digerebek polisi itu terparkir di Jalan Bypass Soekarno Hatta, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Polisi mendatangi lokasi itu setelah mendapat laporan dari warga yang curiga dengan mobil tersebut.

Polisi sempat menunggu sambil mengawasi ada-tidaknya orang yang datang ke mobil tersebut. Namun tiba-tiba mobil itu bergoyang-goyang.

Polisi kemudian mendekat dan membuka mobil tersebut. Setelah dibuka, ternyata mobil tersebut berisi ratusan ekor satwa langka yang dilindungi.

Burung yang diamankan dari mobil goyang di Palembang (Antara)Burung yang diamankan dari mobil goyang di Palembang. (Antara)

"Semua 118 hewan dilindungi ini berasal dari Indonesia timur, di antaranya endemik asal Papua, Maluku, dan Papua Barat," kata Kepala Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Rahmat Sihotang.

Ke-118 ekor hewan tersebut terdiri dari kakak tua raja enam ekor, kakak tua jambul oranye tujuh ekor, nuri kepala hitam 10 ekor, dan satu dalam kondisi mati, burung mambruk dua ekor.

Ada juga burung nuri mazda 22 ekor, nuri hitam 17 ekor, nuri bayan 22 ekor, kadal panama 20 ekor, soa payung 20 ekor, sugar glider tujuh ekor, serta bajing enam ekor dan satu albino serta garangan dua ekor.

"Tidak ada orang dalam mobil tersebut, kemudian mobil itu bergerak-gerak. Setelah dicek di bagian belakang ternyata banyak satwa di dalam sangkar," ujarnya.

Polisi telah menyerahkan hewan-hewan itu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan. Menurut polisi, satwa dilindungi itu diduga hendak diselundupkan ke Thailand.

"Informasi yang dihimpun bersama pihak BKSDA satwa-satwa ini hendak diselundupkan melalui Sumatera Utara lalu dikirim ke Thailand, diduga ada tiga pelaku yang saat ini sedang selidiki petugas," ucapnya.

(haf/idh)