Atlet Difabel Asahan Curhat Minta Perhatian Bupati Jelang Ajang Internasional

Perdana Ramadhan - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 13:37 WIB
Dua atlet disabilitas Asahan curhat di media sosial
Dua atlet difabel Asahan curhat di media sosial (Foto: dok. istimewa)
Asahan -

Video dua atlet difabel Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), yang menyampaikan curahan hati (curhat) karena merasa tak diperhatikan dan tak mendapat dukungan pemda setempat viral di media sosial. Padahal atlet tersebut akan berjuang di ajang turnamen internasional.

Dilihat detikcom, Kamis (30/9/2021), unggahan curhat dua atlet difabel di Asahan itu diposting pemilik akun Facebook bernama Adi Chandra Pranata. Dalam narasi video tersebut keduanya menceritakan sebagai warga Kabupaten Asahan dan menjadi atlet difabel yang tergabung dalam National Paralympic Committee (NPC).

"Saya Mila Apriani atlet NPC lari sprinter 100 meter Kabupaten Asahan, kami mohon, Pak, tolong perhatikan kami, Bapak Bupati Asahan dan DPRD, supaya kami lebih semangat latihan untuk mengikuti pertandingan di Asian Youth Para Games di Bahrain. Saya ingin mengubah nasib kami, Pak. Saya ingin mengharumkan nama Kabupaten Asahan. Kekurangan bukan halangan bagi saya. Namun saya memohon, tolong perhatian kami, Pak," kata Mila dalam video yang beredar.

Dalam video lain, seorang atlet taekwondo difabel bernama Fadli Ramadhan menyebut dirinya sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi nasional sebelum mengikuti kejuaraan di China. Dia juga meminta para pejabat pemda Kabupaten Asahan memberikan perhatian.

"Saya Fadil Ramadhan, atlet NPC taekwondo Kabupaten Asahan. Dengan rasa hati yang paling dalam memohon perhatian untuk kami," ucap Fadil.

Video curhat dua atlet difabel Kabupaten Asahan itu telah banyak dibagikan. Tak hanya itu, pengguna media sosial pun memberikan komentar video tersebut.

Video Dibenarkan Ketua NPC

Ketua National Paralympic Committee (NPC) Asahan Andi Ernes saat dimintai konfirmasi membenarkan kedua atlet tersebut adalah binaan pihaknya. Menurutnya, saat ini mereka tengah mempersiapkan diri dengan berlatih untuk mengikuti kejuaraan internasional.

"Kalau yang perempuan itu namanya Mila Septiani, atlet sprinter 100 meter putri, akan bertanding mewakili Indonesia di Asian Youth Para Games di Bahrain bulan Desember dan yang laki-laki itu Fadil Ramadhan, atlet taekwondo. Dia persiapan seleknas untuk persiapan kejuaraan di China tahun 2022," ujar Ernes.

Ernes mengatakan kondisi NPC Kabupaten Asahan sejak pertama kali dibentuk pada 2018 belum pernah sama sekali mendapatkan bantuan pendanaan hibah dari APBD pemerintah daerah. Padahal, kata dia, pihaknya sudah mengusulkan pengajuan anggaran tersebut melalui dinas terkait hingga beraudiensi dengan Bupati Asahan.

"Jadi tahunya kami usulan bantuan anggaran itu tidak ada tahun 2021, sementara kami masukkan melalui dinas. Wajarlah mereka menyampaikan kekecewaannya," kata Andi.

Selain keduanya, kata Andi, NPC Asahan juga akan mengirimkan seorang atlet untuk kontingen Sumatera Utara mengikuti Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di Papua atas nama Vikri Toyib di cabang tenis lapangan kursi roda.

Andi berharap Pemerintah Kabupaten Asahan tidak bersikap diskriminatif terhadap para atlet difabel. Dia ingin agar pemda membantu para atlet itu supaya terus berprestasi, karena selama ini belum pernah sekali pun mendapatkan bantuan. Sementara itu, para atletnya sudah menunjukkan bukti prestasi.

"Kalau selama ini berjalan dari sumbangan donatur. Jadi tidak mungkin terus kita mengharapkan itu," kata dia.

Simak juga video 'Leani Sebut Era Jokowi Atlet Difabel dan Nondifabel Setara':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/idh)