Round-Up

Dugaan Perkosa Rekan Separtai Bikin Anggota Dewan di Maros Dipolisikan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 22:48 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Foto: Ilustrasi pemerkosaan. (Zaki Alfarabi/detikcom)

Tanggapan PPP Sulsel Terkait Kadernya SS Dilaporkan Atas Dugaan Pemerkosaan

Dimintai konfirmasi terkait ulah SS selaku kader PPP, Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan Amir Uskara mengaku belum mengetahui dengan kejadian yang dilaporkan oleh IMS.

"Saya belum tahu, saya belum tahu," ucap Fauzan kepada detikcom.

Fauzan juga mengaku belum mendapat laporan tersebut dari pihak PPP DPC Maros. Dia menegaskan baru mengetahui prihal laporan IMS usai dikonfirmasi wartawan.

"Jadi saya belum bisa ambil kesimpulan karena belum tahu kronologi dan sebagainya," katanya.

"Saya juga kepengurusan baru, makanya untuk urusan itu juga saya belum tahu. Saya turunin dulu ngecek kronologi dan sebagainya," katanya lagi.

Wanita IMS Mengaku Hamil Setelah Diperkosa SS dan Dipaksa Gugurkan Kandungan

Kembali ke pengakuan IMS, dia menyebut dirinya sempat hamil usai diperkosa berkali-kali oleh SS. Tapi, SS datang menjemputnya dan memaksanya untuk menggugurkan kandungan.

IMS mengaku baru mengetahui dirinya hamil pada April 2020, setelah setidaknya ada 3 kali dia mengalami pemerkosaan oleh SS.

"Saya coba test pack terus hasilnya positif saya coba hubungi dia dan ternyata dia sudah blokir saya," ucap IMS.

Karena SS tidak bisa dihubungi untuk dimintai pertanggungjawaban terkait kehamilan, IMS lantas memberanikan diri istri SS. Namun istri SS tak peduli atas kabar SS telah menghamili IMS.

"Saya kirimkan bukti test pack ke istrinya dan ada memang saya simpan itu nomor WA istrinya, istrinya tidak menanggapi," katanya.

Akhirnya IMS dihubungi oleh SS, karena istri SS menayakan kepada SS terkait IMS yang mengaku hamil. "Dia bilang, betul itu yang kamu kirimkan ibu? Saya bilang kalau kau tidak percaya datang saja buktikan sendiri, saya bilang begitu," ungkap IMS.

SS lantas datang menjemput IMS di kantornya dan mengajak IMS untuk mencari indekos. SS disebut memang berniat menyewakan IMS indekos agar kehamilan tidak diketahui orang tua IMS.

Selama perjalanan mencari indekos, IMS mengaku diminta meminum obat yang ternyata untuk menggugurkan kandungannya. "Waktu saya dapat mi kos saya kembali lagi dipaksa minum itu obat sama satu di masukkan ke dalam kelamin," katanya.

Setelah berulangkali dipaksa mengkonsumsi obat tersebut, IMS mengaku ada gumpalan yang keluar dari alat vitalnya. Kandungannya pun gugur.

Setelah keguguran, IMS mengaku tetap tinggal di indekos tersebut dan SS rutin membayarkan sewa kos termasuk uang bulanan, paling banyak Rp 300 ribu dalam sebulan.

Kondisi tersebut terus berlanjut hingga awal 2021. Setelahnya, SS lepas kontak sehingga IMS melaporkan SS ke polisi dengan alasan tak bertanggungjawab.

"Akhirnya saya putuskan untuk melapor di bulan 3 kemarin," ucap IMS.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.