Jemaah di Medan Lapor Balik Muazin yang Disayatnya, Ngaku Diserang Duluan

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 12:53 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan (Foto: Edi Wahyono-detikcom)
Medan -

Muazin masjid Raudhatul Islam, Medan Barat, M Syawal, membuat laporan terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan telinganya hampir putus. Jemaah masjid yang dilaporkan Syawal, Romadona, juga membuat laporan ke polisi.

Romadona mengaku dirinya lebih dulu diserang oleh Syawal. Menurutnya, sayatan terhadap Syawal merupakan pertahanan diri yang dilakukannya.

"Jadi kita mempertahankan diri kita dari serangan tikaman dia (Syawal). Jadi adapun yang terjadi di kupingnya itu, sebab akibat aja," ujar Romadona kepada wartawan, Senin (27/9/2021).

Dia mengatakan Syawal menyerang dirinya dengan pecahan gelas. Romadona mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya akibat serangan tersebut.

"Dia menyerang di pecahan gelas, menghujamkan ke leher saya. Saya tangkis dengan tangani kiri saya, robek siku saya, ada sekitar 18 jahitan," kata Romadona.

"Kemudian dia mau menghujamkan lagi ke leher saya, saya tangkis lagi dengan tangan, kena dagu saya sampai kena empat jahitan. Dia coba serang lagi, kena lengan saya," tambahnya.

Romadona kemudian mengejar Syawal. Dia menyerang Syawal dengan pisau yang ada di lokasi.

"Karena badan saya sudah berdarah semua, saya kejar dia ke dalam. Di situ terlihat saya memang ada pisau cutter, jadi refleks saja, ternyata kena telinganya," ucapnya.

Romadona mengatakan keributan terjadi setelah dirinya bercerita soal anak yang menggunakan narkoba. Syawal, menurutnya, merasa keberatan dan menyerang Romadona.

"Awalnya saya makan malam di masjid, setelah itu saya bercerita sama teman di teras mesjid. Kemudian, saya bercerita masalah tentang anak teman saya, kebenaran anaknya tidak bekerja karena pengaruh narkoba. Dari situlah dia marah lalu ngejar saya pakai gelas dan melempar saya namun nggak kena dan pecahan itu dihujamkan ke leher saya," jelasnya.

Lihat juga video 'Mahfud Md Minta Jangan Salah Kaprah Terkait Kriminalisasi Ulama':

[Gambas:Video 20detik]