Mahfud soal Pembakaran Mimbar Masjid: Jangan Buru-buru Putuskan Pelaku Gila

Kadek Melda Lux - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 20:43 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md (dok Kemenko Polhukam)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md (Foto: dok. Kemenko Polhukam)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md meminta pemeriksaan terduga pelaku penusukan ustaz di Batam dan pembakaran mimbar masjid di Makassar dilakukan terbuka. Dia berharap polisi tak buru-buru menyatakan terduga pelaku gila.

"Pemeriksaan ini harus tuntas dan terbuka. Jangan terburu-buru memutuskan bahwa pelakunya orang gila seperti yang sudah-sudah," kata Mahfud dalam video yang diterima detikcom, Sabtu (25/9/2021).

Mahfud mencontohkan kasus penusukan terhadap almarhum Syekh Ali Jaber di Lampung. Mahfud mengatakan saat itu terduga pelaku disebut mengalami gangguan jiwa oleh keluarga.

"Dulu, ketika Syekh Ali Jaber dianiaya seseorang, lalu ada yang berteriak keluarganya dan sebagainya bahwa pelakunya orang gila. Pemerintah tidak sependapat kalau setiap pelaku itu harus dianggap orang gila," ujarnya.

Dia berharap orang-orang yang ditangkap diproses secara hukum dan dibawa ke pengadilan. Dia meminta keputusan yang menyatakan seseorang gila atau tidak diputuskan oleh hakim.

"Biarlah orang-orang yang sudah ditangkap ini diproses, dibawa ke pengadilan. Kalau ada keraguan apakah yang bersangkutan sakit jiwa atau tidak, itu biar hakim yang memutuskan. Dibawa saja ke pengadilan, biar terungkap kalau memang gila atau sakit jiwa pelakunya, biar pengadilan yang memutuskan," ucapnya.

Pemerintah, kata Mahfud, sudah memerintahkan polisi meningkatkan pengamanan. Dia meminta rumah ibadah serta tokoh agama dijaga demi mencegah hal tak diinginkan terjadi.

"Saya juga sudah memerintahkan kepada aparat di pusat dan di daerah untuk meningkatkan pengawasan, meningkatkan kesiapsiagaan untuk menjaga keamanan dan membangun harmoni di tengah masyarakat. Saya minta juga agar rumah-rumah ibadah dijaga, diamati dengan sungguh-sungguh, tokoh agama, fasilitas keagamaan, fasilitas publik lainnya di masa sekarang ini, masa yang biasanya kalau menjelang atau di sekitar bulan September selalu ramai dengan isu-isu seperti ini supaya dijaga dengan sebaik-baiknya," tuturnya.