Kronologi Penganiayaan Anggota DPRD Tangerang Epa Emilia Versi Pelapor

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 19:37 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan (Foto: dok. detikcom)
Tangerang -

Anggota DPRD Tangerang Epa Emilia dilaporkan oleh rekan bisnisnya, Jopie Amir, atas dugaan penganiayaan. Jopie Amir mengaku terluka setelah dianiaya Epa Emilia dan sopirnya, Pabuadi.

Jopie Amir menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/9). Awalnya, Jopie Amir diajak oleh temannya untuk menemui Pabuadi.

"Jadi begini, jam 18.00 WIB hari Minggu rekan kerja saya dikumpulkan bertiga untuk dipanggil Pabuadi untuk ketemu. Rekan saya ini habis Magrib datang ke rumah, 'Pak, saya dipanggil Pabuadi untuk menghadap Bu Epa, tapi Bapak nggak boleh tahu' katanya," ujar Jopie saat dihubungi wartawan, Jumat (24/9/2021).

Setelah pertemuan itu, kedua rekan Jopie bersama Epa Emilia dan Pabuadi mendatangi rumah Jopie. Jopie pun menemui Epa Emilia di kediamannya, namun tanpa sebab yang jelas Epa Emilia malah merebut ponsel Jopie.

"Ndak lama, jam 9 malam lewat ibu itu datang ke rumah saya bersama rekan saya dua orang, Epa sama Pabuadi. Epa masuk, kebetulan saya ada tamu di lantai dua," ucap Jopie.

"Ditangkisnya tangan saya, 'Nggak perlu salam-salam' katanya, 'sini HP'. Langsung tangannya megang HP. Saya nggak lepaskan dong, ada apa Bu?" ceritanya.

Jopie saat itu berusaha tidak memberikan ponsel miliknya kepada Epa. Namun, begitu dirinya terjatuh setelah didorong Epa, Pabuadi datang dan ikut memukuli Jopie.

"Saya juga nggak tahu (alasan dirinya didorong Epa), bicara baik-baik, terus saya nggak kasih HP. Terus saya didorongnya. Saat didorongnya, dia pegang HP saya, datang Pabuadi meninju pipi kanan saya. Terus pas sudah didorong Bu Epa, saya dipukul-pukul juga kiri-kanan muka saya ditampar-tampar. Datang juga Pabuadi dari ruang sebelah langsung meninju pipi kanan saya," ungkap Jopie.

Pabuadi Acungkan Pistol

Jopie Amir mengaku kala itu tidak sedikit pun memberikan perlawanan. Tidak lama kemudian, menurutnya, Pabuadi mengeluarkan pistol dan mengokangnya.

"Pabuadi mengeluarkan pistol sampai dikokang bunyi. Dihadang rekan saya Pabuadi, 'Jangan... jangan' kata rekan saya. Tapi ditendang rekan saya itu. Pabuadi pistolnya itu diacungkan ke atas," ucapnya.

Jopie terjatuh di bawah meja dan kembali dianiaya Pabuadi. Setelahnya, Pabuadi menghantam kepala Jopie dengan menggunakan gagang senpi hingga bocor.

"Pabuadi melompat ke meja, dikatupnya leher saya dengan satu tangannya. Tangan yang lain menghantam ke bawah, kaya palu," kata Jopie.

"Iya (dipukul pakai pistol). Setelah tinju saya, mengeluarkan pistol, terus dikatupnya leher saya. Tembok dihantamnya saya pakai pistol. Sampai robek 4, bahkan darahnya nyemprot," imbuhnya.

Menurut Jopie, saat itu Epa Emilia masih dalam keadaan marah. Menurutnya, Epa juga mencari pisau hendak menusuknya.

"Setelah itu Epa masih ngomel-ngomel 'pisau mana... pisau mana?', saya dengar. Pabuadi di pinggir jalan, rekan saya yang lihat pisaunya, tapi nggak jadi Epa malah mau ambil pipa paralon air, itu diambil mau ditusuk ke mata saya sambil megang leher saya," tutur Jopie.


Simak di halaman selanjutnya, Jopie Amir disodori surat damai