Dituduh Aniaya, Anggota DPRD Tangerang Epa Emilia Ungkap Masalah Bisnis

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 23:40 WIB
Anggota DPRD Kota Tangerang Epa Emilia klarifikasi soal tuduhan penganiayaan
Anggota DPRD Kota Tangerang, Epa Emilia, melaporkan balik pelapor. (Rakha Arlyanto/detikcom)
Tangerang -

Anggota DPRD Kota Tangerang Epa Emilia dilaporkan oleh pria bernama Jopi Amir (26) atas dugaan penganiayaan ke polisi. Epa Emilia mengklarifikasi permasalahan dengan Jopi Amir itu dipicu masalah bisnis.

"Saya ingin mengklarifikasi terkait laporan saya. Tidak berkaitan dengan keberadaan saya di partai, DPRD dan juga intinya ini tidak ini semua adalah masalah personal saya sengketa bisnis," kata Epa saat konferensi pers di Neglasari, Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (23/9/2021).

Epa Emilia menjelaskan dirinya dan Jopi Amir menjalin kerja sama pengerjaan interior rumahnya. Epa Emilia mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp 225 juta ke rekening Jopi Amir untuk pengerjaan interior selama 3 bulan.

Namun ternyata, pengerjaan interior itu tidak selesai dalam tempo 3 bulan. Hingga kemudian Epa mendatangi rumah Jopi Amir pada Minggu (19/9) lalu untuk menanyakan penyelesaian pengerjaan interior tersebut.

"Saya datang ke rumah kontrakannya Minggu, 19 September 2021, pukul 21.00 WIB, untuk mempertanyakan pengerjaan interior rumah saya yang nggak selesai-selesai," ucap Epa.

Pengerjaan interior itu pun dikerjakan oleh pihak ketiga. Belakangan, Epa mengetahui uang yang telah dia transfer ke Jopi tidak dibayarkan full ke pihak ketiga yang membuat interior ini.

"Katanya sudah transfer Rp 175 juta, sedangkan pengakuan di pembuat interior baru Rp 125 juta. Saya tanyakan 3 kali di lokasi tetap jawabnya Rp 125 juta. Sedangkan saya sudah bayarkan itu transfer Rp 225 Juta tapi sampai di sana (pihak ketiga) cuma Rp 125 juta dan si pembuat interior butuh 90 juta lagi," ujarnya.

Terjadi Kontak Fisik

Epa Emilia dan Jopi Amir kemudian terlibat cekcok mulut. Epa Emilia kemudian mencoba mengambil ponsel milik J untuk melihat bukti transfer, sehingga terjadi kontak fisik.

"Saya ingin tahu buktinya, akhirnya perdebatan hingga berebutan HP. Tarik menarik, tangan saya terpelintir sampai saat ini pun sakit hingga kesakitan," tutur Epa.

Epa saat itu ditemani sopirnya bernama Pabuadi. Pabuadi mencoba membantu Epa hingga kemudian mengeluarkan pistol--yang diakuinya pistol mainan--dan memukul Jopi Amir.

"Saat itulah Pabuadi mengeluarkan pistol mainan yang dipukul secara refleks oleh Pabuadi yang mengenai wajah Jopi Amir yang sedang melintir tangan saya," kata Epa.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya