Pelapor Anggota DPRD Kota Tangerang Ngaku Sempat Diajak Damai

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 18:42 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan. (dok. detikcom)
Tangerang -

Pria berinisial J (26) melaporkan anggota DPRD Kota Tangerang Epa Emilia terkait dugaan penganiayaan. J juga mengaku sempat ditawari damai.

"Disuruh paksa nandatangani surat damai," ujar J dalam pesan singkat kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Menurut J, dia dilarang oleh Epa untuk berobat secara mandiri. J mengklaim diminta berobat sesuai arahannya.

"Untuk berobat aja lebih cepat tetap dilarangnya. Terus saya dipaksa ikut dia berobat. Sangat luar biasa kalau beliau begitu cara penyelesaian perkara ini," kata J.

Sementara itu, kuasa hukum J, Daday, mengatakan kliennya mengalami trauma pascakejadian tersebut.

"Trauma, sakit juga. Luka-luka (saat ini). Menurut beliau sih iya (dibawa ke rumah sakit)," terang Daday.

Anggota DPRD Kota Tangerang Bantah Aniaya

Anggota DPRD Kota Tangerang Epa Emilia sudah buka suara soal tuduhan penganiayaan kepada warga. Epa membantah keras tuduhan menganiaya warga inisial J (26) itu.

"Saya yang dianiaya, dipukulin. Pabuadi menolong. Ini saya klarifikasi internal partai dulu. Nanti saya jelaskan," kata Epa, Kamis (23/9).

Sebelumnya diberitakan, Epa Emilia dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota atas dugaan penganiayaan. Korban, pria berinisial J (26), diduga dianiaya Epa Emilia dengan menggunakan gagang senjata api (senpi).

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/9) di Kelurahan Kedaung Wetan, Neglasari, Tangerang. Dalam laporan polisi, korban menyebutkan Epa Emilia bersama seorang pria berinisial P melakukan pengeroyokan kepadanya.

Dalam laporan polisi tersebut, Epa Emilia disebutkan menganiaya korban menggunakan senjata api. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian pipi dan luka sobek di bagian kepala.

(mea/fjp)