Tinjau Vaksinasi Massal Akabri 96, Kapolri: Terus Kerja Keras Lawan COVID

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 17:54 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Ketua DPR RI Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar alumni Akabri 1996 atau Bharatasena. Dalam kesempatan ini, Sigit meminta semua pihak terus bekerja keras dalam menanggulangi COVID-19.

Agenda ini dilaksanakan di SMKN 2 Tangerang, Banten, Kamis (23/9/2021). Selain vaksinasi massal, di lokasi juga digelar penyerahan bansos dan launching transformasi digital UMKM Presisi.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit menekankan agar personel TNI-Polri terus berupaya melakukan strategi-strategi pengendalian agar dapat menekan pertumbuhan COVID-19. Dengan begitu, roda perekonomian akan bisa berjalan.

"Terus bekerja keras dalam rangka penanggulangan COVID-19 dan di satu sisi bagaimana mendorong ekonomi nasional berjalan dan bertumbuh," kata Sigit dalam keterangan resminya, Kamis (23/9/2021).

Ketua DPR RI Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit PrabowoKetua DPR RI Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di lokasi acara. (Foto: dok. Istimewa)

Dalam kesempatan itu, Sigit juga menyapa langsung pelaku UMKM di Jawa Barat. Berdasarkan pengakuan salah seorang pengusaha kopi, aplikasi digital UMKM yang diluncurkan oleh alumni Akabri 1996 sangat bermanfaat dan meningkatkan omzet penjualannya.

Sigit pun mengapresiasi platform digital yang berbasis UMKM tersebut. Ia berharap aplikasi ini terus dikembangkan agar dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Alhamdulillah, kalau naik, berarti aplikasi dan manfaatnya terus dikembangkan," ujar mantan Kabareskrim ini.

Eks Kapolda Banten ini menyinggung pentingnya vaksinasi COVID-19. Dia berharap dengan adanya sinergisitas TNI-Polri, target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait percepatan vaksinasi sehari 2 juta dapat segera terwujud.

"Kemudian terkait program vaksinasi kami mendapatkan target 2 juta per hari tentunya terus melakukan strategi akselerasi. Dua juta per hari bisa kita tempuh," ucap Sigit.

Dengan akselerasi target vaksin 2 juta per hari, herd immunity atau kekebalan komunal akan segera tercipta. Sehingga hal itu, kata Sigit, dapat memperkuat persiapan untuk peralihan dari pandemi ke endemi.

"Kemudian upaya kita untuk segera mencapai kekebalan komunal dan mengubah pandemi jadi endemi dan bisa hidup bersama COVID-19, namun tetap melaksanakan protokol kesehatan yang kuat bisa kita laksanakan. Sehingga masyarakat kita bisa beraktivitas namun laju COVID-19, bisa dikendalikan, dan ekonomi terus bertumbuh. Kami apresiasi dan terus melakukan akselerasi vaksinasi 2 juta bisa terlaksana," papar Sigit.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPR Puan Maharani mengapresiasi kerja keras TNI-Polri yang terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi dan membantu pemulihan ekonomi nasional.

Ketua DPR RI Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit PrabowoKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta semua pihak terus semangat melawan COVID-19 dengan menggencarkan vaksinasi dan taat prokes. (Foto: dok. Istimewa)

"Saya apresiasi yang dilakukan TNI dan Polri dalam proses vaksinasi dan pemberian bansos dan bagaimana mengedepankan transformasi digital UMKM," kata Puan.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh 32 wilayah dan tersambung melalui video conference. Jumlah vaksin yang dipersiapkan sebanyak 91.996 dosis.

Dalam kesempatan ini, juga akan disalurkan bantuan sosial kepada masyarakat sebanyak 32.996 paket sembako di seluruh Indonesia. Selain itu, pada kegiatan ini juga dilaksanakan launching program UMKM Presisi yang telah melatih 1.651 UMKM di 8 wilayah yang menjadi pilot project.

(hri/fjp)