Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Jambi Picu Karhutla, 1 Oknum Polisi Diamankan

Ferdi Almunanda - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 21:48 WIB
Sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari, Jambi, terbakar. Kobaran api memicu terjadinya karhutla. Seorang oknum polisi diamankan karena diduga terlibat. (dok Istimewa)
Sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari, Jambi, terbakar. Kobaran api memicu terjadinya karhutla. Seorang oknum polisi diamankan karena diduga terlibat. (dok Istimewa)
Jambi -

Sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari, Jambi, terbakar. Kobaran api yang menyala di kawasan lokasi tambang minyak ilegal itu hingga kini masih belum dapat dipadamkan.

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Sigit Dany Setiyono, mengatakan kebakaran diduga berasal dari sumber titik ilegal drilling atau sumur pengeboran minyak ilegal yang diawali insiden percikan api saat proses eksploitasi minyak ilegal.

"Sampai saat ini kondisi api masih belum padam. Karena apinya bersumber dari salah satu titik sumur minyak ilegal yang memiliki sumber gas, ketinggian api mencapai 20 meter," kata Kombes Sigit, Senin (20/9/2021).

Sumur api yang terbakar itu berlokasi di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari.

Sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari, Jambi, terbakar. Kobaran api memicu terjadinya karhutla. Seorang oknum polisi diamankan karena diduga terlibat. (dok Istimewa)Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Sigit Dany Setiyono (tengah) mengatakan kebakaran diduga dari sumur pengeboran minyak ilegal. (dok Istimewa)

Kebakaran sumur ilegal itu pertama kali dilaporkan oleh Satgas Udara Karhutla Provinsi Jambi pada Sabtu (18/9). Kebakaran itu bahkan juga tak jauh dari wilayah Konsesi PT AAS.

Semburan Api Picu Karhutla

Dari peristiwa tersebut, hingga kini api masih menyala dan belum dapat dipadamkan lantaran jarak tempuh yang cukup sulit. Dari data polisi saat ini ada dua hektare hutan yang terbakar dari sumber api di sumur minyak ilegal itu.

"Saat ini, Satgas Karhutla Provinsi Jambi, terus berusaha melakukan mitigasi bencana melalui operasi water bombing untuk melokalisir api agar tidak meluas. Operasi pemadaman juga dilakukan oleh pasukan pemadaman darat dengan dibantu Polres, Kodim dan BPBD Kabupaten Batanghari dan Sarolangun serta bersinergi dengan perusahaan di sana," ujar Sigit.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.