detik's Advocate

Saya Yakin Istriku Zina Tapi Tak Ada Saksi, Bisakah Tetap Saya Pidanakan?

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 08:20 WIB
ilustrasi cerai
Ilustrasi (iStock/detikcom)
Jakarta -

Hubungan rumah tangga penuh dengan rona, baik bahagia atau nestapa. Salah satunya kehadiran pihak ketiga yang kerap mendera mahligai dengan berbagai alasannya. Lalu bagaimana bila tidak ada saksi atau bukti?

Berikut pertanyaan yang didapat detik's Advocate:

Selamat malam detik's Advocate.

Saya seorang suami dan sudah menikah 10 tahun dengan dikaruniai dua orang anak. Keluarga di Jawa Timur dan selama ini saya merantau sehingga sering jauh dengan istri dan anak.

Sebulan lalu saya pulang ke rumah dan mendapati kabar bila istri saya selingkuh. Anak saya yang berusia 9 tahun dan 5 tahun menceritakan ibunya sering menerima tamu lelaki di rumah. Mereka kerap duduk satu bangku menonton tv bersama dengan mesra.

Akhirnya keluarga besar berkumpul dan membahas masalah tersebut. Istri saya mengaku bila dirinya berselingkuh tapi mengelak melakukan zina. Istri tidak mengaku telah melakukan hubungan badan.

Namun hati kecil saya berkata lain. Dengan keyakinan di atas apakah saya masih bisa mempidanakan istri saya karena zina?

Terima Kasih

Wasalam

Jawaban:
Delik perselingkuhan tidak dikenal dalam KUHP. Dalam hukum pidana, hanya dikenal delik zina. Menurut R. Soesilo zina adalah:

Persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang telah kawin dengan perempuan atau laki-laki yang bukan istri atau suaminya.

Zinah merupakan perbuatan pidana dan diatur dalam Pasal 284 KUHP dengan hukuman maksimal 9 bulan penjara. Ada sejumlah aspek hukum mengenai zinah ini, yakni:

1. Yang disebut zinah adalah hubungan persetubuhan di luar nikah antara dua orang yang salah satu atau keduanya telah menikah;
2. Perzinahan harus bisa dibuktikan dengan:

a) pengakuan tersangka perzinahan; dan/atau
b) saksi mata, yang dalam Hukum Islam harus memenuhi persyaratan 4 orang laki-laki dewasa yang menyaksikan adanya penetrasi hubungan seksual.

3. Kasus zinah adalah delik aduan (klacht delict). Artinya hanya pasangan resmi dari pelaku perzinahan yang berhak melaporkan tindak pidana perzinahan. Polisi tidak berhak menangkap pelaku perzinahan tanpa laporan dari pasangan resmi pelaku perzinahan.
4. Terhadap perceraian karena alasan perzinahan, mantan suami istri tidak dapat rujuk.
5. Meski yang melaporkan perzinaan adalah pasangan resmi dari salah satu tersangka perzinaan, proses hukum mengenai dua (atau lebih) orang yang terlibat dalam perzinaan.
6. Perzinaan dilakukan atas dasar suka sama suka tanpa adanya paksaan dari siapa pun.

Lihat juga video 'Cemburu Buta, Pria di Bogor Bunuh Janda Penjual Kopi':

[Gambas:Video 20detik]