detik's Advocate

Tetangga Taruh Pot Besar di Tepi Jalan Depan Rumah, Apakah Bisa Dipidana?

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 08:25 WIB
Beragam pot bunga dari ban bekas menghiasi jalur pejalan kaki di kawasan Kampung Melayu. Pot bunga dari ban bekas itu tampak dihiasi dengan aneka warna.
Ilustrasi pot bunga (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Hidup bertetangga penuh dengan cerita. Bahkan acap kali berujung sengketa. Salah satunya soal pot bunga yang ditaruh di tepi jalan depan rumah. Apakah hal itu bisa dipidana?

Hal itu diceritakan pembaca detik's Advocate yang dikirimkan lewat surat elektronik ke redaksi detikcom. Pembaca menceritakan tetangganya memasang pot-pot besar di tepi jalan depan rumahnya.

Mungkin, bagi si tetangga agar masyarakat umum tidak bisa memarkir mobil di jalan depan rumahnya. Tapi bagi pengguna jalan, hal itu menyebabkan penyempitan jalan sehingga lalu lintas menjadi tersendat dan tidak nyaman.

Berikut pertanyaan lengkapnya:

Redaksi Yth.

Tetangga kami di depan pagar rumahnya ada got saluran air yg agak lebar tidak ditutup. Di depan got itu dibangun lagi pot-pot besar kembang permanen sehingga sangat menyita jalan umum, jalan jadi menyempit pas di depan rumahnya.

Kami sudah mengingatkan bahwa di luar pagar rumah itu bukan haknya lagi karena di luar garis sepadan bangunan. Tetapi dia ngotot tidak peduli dengan alasan sudah bilang sama RT. (Dia waktu itu menyumbang sesuatu buat RT, hingga aduan kami tidak ditanggapi RT).

Bagaimana sebaiknya tindakan kami selanjutnya ?

Terima kasih

Untuk mendapatkan jawaban pertanyaan di atas, tim detik's Advocate meminta jawaban dari advokat Edy Gurning, SH, MSi. Berikut ini jawabannya:

Berdasarkan Pasal 1 angka 4 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (UU 38/2004), pengertian jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.

Pasal 34 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan (PP 34/2006) menyebutkan:

Ruang manfaat jalan meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya.

Dan pada Pasal 34 ayat (3) disebutkan:

Ruang manfaat jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya diperuntukkan bagi median, perkerasan jalan, jalur pemisah, bahu jalan, saluran tepi jalan, trotoar, lereng, ambang pengaman, timbunan dan galian, gorong-gorong, perlengkapan jalan, dan bangunan pelengkap lainnya.

Selanjutnya, berdasarkan Pasal 52 ayat (1) PP 34/2006 menyebutkan pemanfaatan ruang manfaat jalan selain peruntukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 35, Pasal 36, dan Pasal 37, serta pemanfaatan ruang milik jalan selain peruntukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 wajib memperoleh izin.

Ketentuan ini menegaskan pemanfaatan ruang manfaat jalan selain dengan fungsinya harus memiliki izin. Izin yang dimaksud dikeluarkan oleh penyelenggara jalan.

Dengan begitu, penempatan pot haruslah memiliki izin dari penyelenggara jalan. Penyelenggara jalan adalah pihak yang melakukan pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan jalan sesuai dengan kewenangannya, dalam hal ini pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Simak jawaban selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Akses Rumah Ditutup, Warga Ciledug Panjat Tembok 2 Meter':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2