Beda Suara di Senayan soal Ancaman Kapal Selam Nuklir Australia bagi RI

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 10:20 WIB
Kompleks Parlemen Senayan diusulkan menjadi Rumah Sakit Darurat COVID-19. Hal itu pun memicu pro dan kontra di kalangan internal Parlemen.
Ilustrasi Gedung DPR (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)


TB Hasanuddin Anggap Bukan Ancaman Bagi RI


TB Hasanuddin memberikan pandangan yang berbeda mengenai rencana kapal selam nuklir Australia itu. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP itu menilai kapal bertenaga nuklir itu bukan ancaman bagi Indonesia. Dia pun memberikan beberapa alasan.

Proyek kapal selam Australia itu menurut TB Hasanuddin tak terlepas dari ketegangan AS dan China. Dia menyebut Australia merupakan salah satu sekutu AS di kawasan Asia-Pasifik.

"Ini menimbulkan ketegangan karena sepertinya yang dihadapi China. Amerika tidak ingin jalur logistik dan perdagangan Amerika terganggu. Karena, kita tahu bahwa sekutu Amerika di Asia Pasifik kan salah satunya Australia," kata TB Hasanuddin, Kamis (17/9).

Indonesia, kata TB Hasanuddin tidak perlu menyikapi secara berlebihan terhadap proyek kapal selam nuklir Australia ini. Dia mengingatkan Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif.

"Indonesia bersyukur politik luar negeri bebas aktif, jadi sejak dulu tidak pernah bergabung ke salah satu blok. Semua sahabat, semua teman. Kita tidak ambil blok kiri, kanan, atau ke mana," ucapnya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, TB Hasanuddin menilai rencana kapal selam nuklir Australia bukan ancaman bagi RI. Sebab, Indonesia tidak menganggap Australia sebagai musuh.

"Karena bukan ancaman. Bukan ancaman karena kita tidak melakukan sikap permusuhan. Bukan ancaman. Kita semua bersahabat, berteman. Karena prinsip kita, tidak ingin melakukan agresi terhadap negara tetangga," ujarnya.

Lebih lanjut, TB Hasanuddin menilai rencana kapal selam nuklir Australia juga masih belum jelas. Dia juga menyebut kapal selam bertenaga nuklir merupakan hal yang biasa.

"Tapi kalau kapal selam tenaga nuklir itu, itu sudah biasa di negara maju. Ada kapal selam bertenaga nuklir atau kapal bersenjata nuklir. Ini Australia yang mana?" katanya.


Sikap Indonesia

Indonesia telah menanggapi rencana pembangunan kapal selam Australia ini. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia akan mencermati secara hati-hati.

"Indonesia mencermati dengan penuh kehati-hatian tentang keputusan pemerintah Australia untuk memiliki kapal selam bertenaga nuklir. Indonesia sangat prihatin atas terus berlanjutnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan militer di kawasan," kata pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia seperti dikutip Jumat (17/9).