Prancis Tuduh Australia-AS Berbohong Terkait Gagalnya Pembelian Kapal Selam

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 04:15 WIB
Jakarta -

Prancis menuduh Australia dan Amerika Serikat berbohong atas kontrak Australia yang terputus untuk membeli kapal selam Prancis. Dia mengatakan krisis besar sedang berlangsung antara sekutu setelah Paris menarik duta besarnya.

"Telah terjadi kebohongan, duplikasi, pelanggaran besar terhadap kepercayaan dan penghinaan. Ini tidak akan terjadi," Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian seperti dilansir AFP, Minggu (19/9/2021).

Jean-Yves Le Drian tidak memberikan indikasi bahwa Paris siap untuk membiarkan krisis mereda, menggunakan bahasa yang jelas tidak diplomatis terhadap Australia, Amerika Serikat dan Inggris yang juga merupakan bagian dari pakta keamanan tiga arah.

Diketahui Presiden Emmanuel Macron menarik duta besar untuk Canberra dan Washington. Ini merupakan sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Penarikan dilakukan untuk menandakan kemarahannya atas keputusan Australia untuk melanggar kesepakatan untuk kapal selam Prancis demi kapal Amerika.

Perselisihan itu, untuk saat ini, telah mengakhiri harapan kebangkitan pasca-Donald Trump dalam hubungan antara Paris dan Washington di bawah Presiden Joe Biden dan juga memusatkan perhatian Prancis pada peningkatan strategi keamanan UE karena merenungkan masa depan NATO.

(dwia/dwia)