detikcom Do Your Magic

Beda Nasib Jembatan Gantung: Di Mamasa Beres, di Jaksel Menanti Solusi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 18:14 WIB
Jembatan gantung di Mamasa dan jembatan gantung di Srengseng Sawah Jaksel. (Repro detikcom)
Jembatan gantung di Mamasa dan jembatan gantung di Srengseng Sawah Jaksel. (Repro detikcom)
Jakarta -

Jembatan gantung di Mamasa, Sulawesi Barat, sudah rampung diperbaiki. Di sudut Ibu Kota, ada pula jembatan gantung yang masih menantikan solusi, yakni di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Meski namanya sama-sama jembatan gantung, lokasi kedua jembatan gantung berbeda. Jembatan Gantung di Mamasa ada di pelosok, yakni Dusun Rantelelamung, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi.

Jembatan Rusak di MamasaJembatan Rusak di Mamasa (Abdy Febriady/detikcom)

Jembatan Srengseng Sawah, sesuai namanya, ada di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan (Jaksel), dan terhubung dengan Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Baik Jaksel maupun Depok jelas bukan daerah pelosok. Jadi, meskipun sama-sama jembatan gantung, dua lokasi jembatan itu berbeda.

Jembatan gantung di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, 25 Agustus 2021. (Athika Rahma/detikcom)Jembatan gantung di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, 25 Agustus 2021. (Athika Rahma/detikcom)

detikcom Do Your Magic mulai memberitakan jembatan gantung di Mamasa itu pada 24 Juni 2021 dan akhirnya tuntas pada 16 September 2021, jembatan sudah jadi dibangun dengan baik. Pemberitaan jembatan gantung di Srengseng Sawah dimulai pada 15 Juni, tapi masalah jembatan lapuk itu belum menemukan solusi hingga kini.

Secara ukuran, jembatan gantung di Mamasa punya panjang 45 meter melintang di sungai. Jembatan itu sudah ada sejak 2013, rusak diterjang banjir pada Oktober 2020 dan selesai diperbaiki pada September 2021.

Jembatan gantung di Mamasa sudah selesai diperbaiki. 15 September 2021. (Abdy Febriady/detikcom)Jembatan gantung di Mamasa sudah selesai diperbaiki. 15 September 2021. (Abdy Febriady/detikcom)

Jembatan gantung di Srengseng Sawah punya panjang 20 meter di atas Kali Ciliwung. Lebar jembatan dengan permukaan seng ini sekitar 1 meter saja. Kondisinya lapuk, bolong-bolong, dan bergoyang. Menurut warga, jembatan yang dulunya milik warga ini sudah ada sejak 20 tahun lalu.

Jembatan gantung bak film 'Indiana Jones' di Srengseng Sawah Jaksel-Depok, 16 Juni 2021. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)Jembatan gantung bak film 'Indiana Jones' di Srengseng Sawah Jaksel-Depok, 16 Juni 2021. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Meski demikian, jembatan gantung di Srengseng Sawah ini bukanlah akses satu-satunya untuk menyeberangi Ciliwung. Ada jembatan lain yang dulu lapuk dan sudah dibangun bagus pada 2018. Jembatan yang sudah laik itu adalah jembatan Wiratman Karkasa saja. Namun, jarak jembatan Wiratman Karkasa dari jembatan gantung lapuk ini sekitar 500 meter.

Lokasi jembatan gantung Srengseng Sawah yang ada pada jarak 500 meter ke selatan dari Jembatan Wiratman Karkasa yang sudah diperbaiki pada 2018. (Google Map)Lokasi jembatan gantung Srengseng Sawah yang ada pada jarak 500 meter ke selatan dari Jembatan Wiratman Karkasa yang sudah diperbaiki pada 2018. (Google Map)

Jembatan gantung Srengseng Sawah masih menanti solusi

Ada dua opsi solusi yang mengemuka sejauh ini. Pertama, jembatan gantung ini ditutup saja supaya tidak membahayakan warga dan mempersilakan warga menggunakan jembatan Wiratman Karkasa. Opsi kedua, jembatan gantung ini diperbaiki.

Untuk mengambil keputusan apakah jembatan itu akan ditutup atau diperbaiki, Bina Marga DKI akan mengadakan rembuk dulu dengan warga setempat.

"Kajian akan dilakukan oleh tim kita bersama aparat wilayah dan tokoh masyarakat," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Hari Nugroho kepada wartawan, 13 Agustus lalu.

Warga berharap solusi atas lapuknya jembatan gantung itu bukanlah penutupan, melainkan perbaikan. Hari Nugroho mengatakan pembangunan jembatan pengganti membutuhkan pembahasan yang cukup rinci terkait konstruksi jembatan itu sendiri.

"Kalau dibangun, butuh kajian, strukturnya susah dibuat. Jadi butuh kajian yang detail," kata Hari kepada detikcom, 25 Agustus lalu.

Adapun kajian tersebut sudah dimulai dan akan segera rampung. "Ya tunggu saja, belum selesai kajiannya. Sudah dimulai, tapi belum selesai," tuturnya.

(dnu/dnu)