Disentil Jokowi soal APBD Triliunan Masih di Bank, Bobby Beri Penjelasan

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 15:39 WIB
Wali Kota Medan, Bobby Nasution (Datuk-detikcom)
Wali Kota Medan, Bobby Nasution (Datuk/detikcom)
Medan -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil menantunya yang juga Wali Kota Medan, Bobby Nasution, soal realisasi APBD. Bobby pun memberi penjelasan mengapa Rp 1,6 triliun duit APBD Medan masih di bank.

"Sebenarnya yang itu Rp 1,6 triliun karena memang yang saya lihat di situ datanya beda-beda sedikit saja. Namun, kalau ditanya kenapa, apakah serapannya kurang atau seperti apa. Ini kegiatannya lagi berjalan," kata Bobby di kantor Wali Kota Medan, Jumat (17/9/2021)

Bobby mengatakan banyak proyek yang sedang berjalan dan belum tuntas. Dia mengatakan hal itu menjadi penyebab pihaknya belum bisa melakukan pembayaran sehingga uang masih berada di bank.

"Memang banyak kegiatan yang sudah berjalan tapi belum selesai. Kegiatannya sudah berjalan tapi belum selesai. Jadi kalau belum selesai belum bisa pembayaran. Jadi ketika nanti sudah selesai baru ada pembayaran," sebut Bobby.

Bobby menegaskan uang Rp 1,6 triliun itu berada di bank bukan karena sengaja ditahan. Dia menyebut uang itu bakal digunakan untuk membayar pekerjaan saat proyek tuntas.

"Dari Rp 1,6 triliun itu, berapa persen yang proyeknya sudah berjalan tapi belum dibayarkan, ada yang proyeknya memang belum berjalan. Ini yang lagi kita petakan tentunya uang yang ada di sini, selalu saya sampaikan juga untuk menggerakkan ekonomi. Arahan Pak Presiden juga untuk menggerakkan ekonomi peran APBD itu sangat penting di tengah pandemi ini. Ini sebisa mungkin kita gunakan untuk menggerakkan ekonomi di daerah," ucap Bobby.

Sebelumnya, Jokowi menyoroti triliunan rupiah APBD Kota Medan yang masih tersimpan di bank. Jokowi meminta Bobby Nasution segera merealisasikannya.

Jokowi awalnya berbicara soal pertumbuhan ekonomi di Sumut di angka 4,94 persen. Setelah itu, Jokowi berbicara soal angka inflasi Sumut yang di atas nasional.

"Di Sumut hati-hati, pertumbuhan ekonomi di 4,95, berarti di bawah nasional, nasional 7,30. Inflasi sudah di atas nasional. Kita 1,5, inflasi di sini 2,1 persen. Hati-hati dengan inflasi. Artinya, ada barang-barang yang akan naik harganya di Sumatera Utara," kata Jokowi di rumah dinas Gubsu, Medan, Kamis (16/9).

Lihat Video: Menkeu Bingung, Program Pemda Bejibun tapi Tak Perhatikan Output & Outcome

[Gambas:Video 20detik]