Panglima TNI-Kapolri Cek Vaksinasi di Medan Usai Terima Arahan Presiden Jokowi

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 12:46 WIB
Panglima TNI-Kapolri meninjau kegiatan vaksinasi di Pasar Induk Lau Cih, Sumut
Panglima TNI-Kapolri meninjau kegiatan vaksinasi di Pasar Induk Lau Cih, Sumut (Foto: Datuk Haris Molana/detikcom)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kegiatan vaksinasi di Pasar Induk Lau Cih, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Peninjauan ini dilakukan menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat vaksinasi COVID-19.

Pantauan detikcom, Jumat (17/9/2021), Panglima TNI dan Kapolri tiba di Pasar Induk Lau Cih langsung disambut oleh Gubernur Sumut, Ketua DPRD Sumut, Kapolda Sumut, Pangdam I Bukit Barisan serta Wali Kota Medan.

Para rombongan kemudian langsung meninjau kegiatan vaksinasi itu. Lalu, Panglima TNI bersama Kapolri melakukan video conference bersama forkopimda sejumlah kabupaten-kota di Sumut.

"Saya bersama Kapolri, Gubernur dan Wali Kota meninjau secara langsung kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di pasar induk, tepat sekali vaksinasi dilaksanakan di sini karena kita bisa langsung bertemu dengan pelaku usaha di pasar induk ini untuk diajak bersama-sama melaksanakan vaksin," kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Hadi berharap program vaksinasi ini segera mencapai target yang diinginkan. Sebab, masih ada beberapa kabupaten-kota di Sumut masih di bawah target 30 persen.

"Harapan kita, target yang kita inginkan di wilayah Kota Medan khususnya dan umumnya di wilayah Sumut sesuai target yang kita inginkan. Karena dari 33 kabupaten-kota, 10 sudah masuk di atas 30 persen ada yang sampai bahkan 80 persen penyuntikan dosis pertama dan dosis kedua," sebut Hadi.

"Namun 23 kabupaten-kota yang baru saja kita vidcon (video conference) perlu kita dorong untuk melakukan percepatan supaya target mereka di atas 30 persen segera tercapai," ucap Hadi.

Hadi menuturkan dengan kinerja yang baik antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dinas kesehatan mulai dari provinsi hingga kabupaten-kota ditambah lagi antusias warga untuk divaksin dan didukung tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat sehingga pengendalian COVID-19 khususnya vaksinasi bisa tercapai sesuai dengan target yang diinginkan bersama.

Sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan peninjauan vaksinasi ini adalah tindak lanjut arahan Bapak Presiden untuk mengakselerasi vaksinasi di daerah.

"Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden untuk mengakselerasi vaksinasi maka saya dan Panglima TNI berkunjung melihat secara langsung upaya-upaya untuk melaksanakan percepatan vaksinasi dengan menambah titik titik vaksinasi," ujar Listyo Sigit.

Untuk hari ini, ada 3 tempat pelaksanaan vaksinasi di Kota Medan di mana salah satunya di Pasar Induk Lau Cih. Listyo pun berterima kasih kepada Wali Kota Medan, Bobby Nasution telah melaksanakan vaksinasi di pasar induk.

Listyo mengatakan ada 39.500 vaksinasi yang dilaksanakan di Kota Medan. Listyo meminta agar pencapaian harus terus ditingkatkan karena targetnya harus mencapai angka 2,3 juta vaksin per hari. Untuk itu, diharapkan setiap harinya bisa melakukan vaksinasi di atas 114.000

"Saya mendapat laporan ada 39.500 vaksinasi yang dilaksanakan di hampir seluruh wilayah Medan dan tentunya pencapaian harus ditingkatkan karena kita memiliki target mencapai angka 2,3 juta vaksin sehari sebagaimana harapan Bapak Presiden, maka rata-rata harian harus di atas 114.000," ucap Listyo.

Listyo berharap target ini harus betul-betul dikejar. Masyarakat yang masih ragu, diminta segera melakukan vaksinasi agar Kota Medan bisa turun level.

"Target harus betul-betul dikejar, vaksin dalam waktu ke depan akan terus datang, masyarakat yang masih ragu-ragu dalam kesempatan ini saya minta untuk berbondong-bondong melakukan vaksinasi sehingga wilayah Medan bisa segera menurunkan level, khususnya wilayah yang masih level IV. Kuncinya adalah bagaimana menegakkan protokol kesehatan. Di satu sisi, kalau dilonggarkan vaksinasi harus diperkuat sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas dan pertumbuhan ekonomi bisa meningkat, di satu sisi pertumbuhan COVID bisa dikendalikan," ujar Listyo.

(eva/eva)