Kontroversi Krisdayanti: 'Nyanyi' Gaji DPR, Minta Maaf Bikin Repot

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 14:45 WIB

Krisdayanti Dipanggil Pimpinan Fraksi Imbas Gaduh Gaji DPR

Pertemuan Krisdayanti dengan pimpinan fraksi itu terjadi Kamis (16/9). Pimpinan fraksi PDIP tersebut adalah Utut Adiyanto dan Bambang Wuryanto.

"Diajak diskusi," kata Ketua Fraksi PDIP Utut Adiyanto kepada wartawan, Jumat (17/9/2021).

Sementara itu, politikus PDIP Hendrawan Supratikno menyebut pemanggilan Krisdayanti itu sekaligus meminta klarifikasi. Menurutnya, ramainya pernyataan soal gaji itu karena Krisdayanti yang tidak membedakan antara gaji, tunjangan, dan dana reses.

"Dipanggil untuk klarifikasi saja," kata Hendrawan.

"Hebohnya di luar. Padahal sederhana soalnya, KD tidak membedakan antara gaji dan tunjangan, dengan dana kegiatan anggota di daerah pemilihan. Dana kegiatan baru cair setelah ada usulan kegiatan. Wawancara KD mengesankan semua uang yang masuk rekening itu gaji," lanjutnya.

Krisdayanti Minta Maaf

Dalam pertemuan itu, PDIP mengatakan Krisdayanti meminta maaf telah membuat gaduh dan membuat repot banyak pihak.

"Kami undang, bukan memanggil, karena kami selaku pimpinan ingin ada kesetaraan sesama anggota," kata Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto kepada wartawan, Jumat (17/9/2021).

Selaku pimpinan Fraksi PDIP DPR RI, Utut Adianto ingin melihat motif apa yang disampaikan Krisdayanti. Menurut Utut, motif Krisdayanti tak ada yang jelek, apalagi jahat.

"Yang kedua, Mbak Krisdayanti kan memang bicara suasananya gembira karena artis. Kalau yang disampaikan data-data itu kan publik bisa mengetahui, tinggal ngomong, tinggal download saja, bisa diketahui," ujar grandmaster catur ini.

Utut tak memungkiri apa yang disampaikan Krisdayanti soal gaji hingga dana aspirasi menimbulkan kegaduhan. Utut berharap anggota DPR dapat menghindari mispersepsi dalam menyampaikan informasi.

"Timbul kegaduhan, karena kan kita tahu angle-nya pasti akan dianggap ini terlalu banyak uang untuk anggota DPR, kan begitu. Itu sebabnya, diskusi kemarin, ya ke depan kita juga bisa memilah apa yang kita sampaikan potensi menimbulkan mispersepsi atau tidak," ujar Utut.

"Kalau bisa menimbulkan mispersepsi, seperti yang terjadi sekarang, sebaiknya dihindari," tambahnya.

Utut pun memberikan masukan kepada Krisdayanti agar tetap kritis dan tak menghilangkan karakter. Dalam pertemuan di fraksi itu, Utut mengatakan Krisdayanti meminta maaf merepotkan banyak pihak.

"Tetapi saya juga bilang, bahwa ke depan itu jangan hilang karakternya, kritis tetap boleh, harus rajin. Singkat kata, dia juga meminta maaf kepada fraksi, karena dengan ini merepotkan banyak pihak dan DPR termasuk yang di-bully, intinya itu. Tapi tidak ada marah-memarahi, tidak ada," ucap Utut.

"Ya saya bilang, 'Kamu ini diva', kan dahulunya, kalau diva itu kan mengisi relung hati, kalau profesor-doktor mengisi kepala kita. Jadi intinya itu," imbuhnya.


(eva/gbr)