Round-Up

OTT Dilancarkan KPK Selepas Umumkan Pemberhentian Pegawai Gagal TWK

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 21:34 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

56 Pegawai KPK diberhentikan usai mereka gagal lolos dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Saat publik ramai membahas pemberhentian para pegawai itu, KPK melancarkan operasi tangkap tangan (OTT).

Awalnya 75 pegawai KPK dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk beralih status menjadi ASN. Kemarin, KPK memutuskan 56 orang di antaranya akan diberhentikan dengan hormat pada 30 September 2021.

"Terhadap 6 orang pegawai KPK yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan diberi kesempatan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan, namun tidak mengikutinya, maka tidak bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara dan akan diberhentikan dengan hormat per tanggal 30 September 2021," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Rabu (15/9) kemarin.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat berkunjung ke Pemda Boyolali, Rabu (23/12/2020).Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat berkunjung ke Pemda Boyolali, Rabu (23/12/2020). Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

"Memberhentikan dengan hormat kepada 50 orang pegawai KPK yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) per tanggal 30 September 2021," imbuhnya.

Awalnya, 75 pegawai gagal TWK itu dibagi menjadi 24 orang dan 51 orang. Dari 24 orang, hanya 18 orang yang sepakat untuk dibina ulang. Sedangkan dari 51 orang, ada satu orang yang pensiun, yaitu Sujanarko. Dengan begitu, total pegawai yang akan diberhentikan nantinya adalah 56 orang.

Rabu (16/9) pagi, salah satu dari pegawai yang diberhentikan yakni Yudi Purnomo bercerita. Dia datang ke KPK pagi-pagi, bukan untuk menangkap koruptor, tapi membereskan meja kerja. Ini disampaikannya di Twitter dan mengizinkan detikcom mengutip keterangannya.

Kedatangan Yudi pagi-pagi ke kantor agar tidak bertemu rekan-rekannya. Dia mengaku tidak sanggup melihat suasana haru

"Ya, ini hari pertama saya ke kantor setelah kemarin diberhentikan. Tadi bertemu teman-teman. Sebenarnya saya mau datang pagi itu supaya nggak ketemu, tapi ternyata ketemu. Dan tadi mereka pada sedih juga, tidak bisa berkata apa-apa," ujar Yudi kepada wartawan, Kamis (16/9/2021).

Yudi Purnomo saat hendak meninggalkan gedung KPK, Kunigan, Jaksel. Dia membawa sebuah kardus, Kamis (16/9/2021).Yudi Purnomo saat hendak meninggalkan gedung KPK, Kunigan, Jaksel. Dia membawa sebuah kardus, Kamis (16/9/2021).

30 September nanti, Yudi dan yang senasib dengannya diberhentikan dari KPK.Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono menyebut itu sebagai 'G30STWK'.

"Layaknya, mereka ingin terburu-buru mendahului presiden sebagai kepala pemerintahan. Memilih 30 September sebagai sebuah kesengajaan. Mengingatkan sebuah gerakan yang jahat & kejam. Diterima?" cuit Giri di Twitter.

Setelah pengumuman pemberhentian para pegawai KPK itu, KPK melancarkan OTT. Simak halaman selanjutnya:

Tonton juga Hobi Jadi Investasi, Bisnis Koleksi Action Figure

[Gambas:Video 20detik]