Round-Up

Aduan ICW soal Lili Pintauli Dimentahkan Polisi

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 21:35 WIB
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Tangkapan layar)
Jakarta -

Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar ke Bareskrim Polri terkait dugaan melanggar hukum karena berkomunikasi dengan pihak berperkara. Namun, selang beberapa hari dari aduan ICW tersebut, polisi menyampaikan kasus tersebut merupakan domain KPK.

Kasus itu bermula saat Lili dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik berat karena dinilai berkomunikasi dengan kasus Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial. Padahal saat itu Syahrial berstatus sebagai terperiksa dalam kasus dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai.

Tak hanya itu, perbuatan Lili yang memberatkan lainnya yakni mencederai tugas KPK dengan membawa embel-embel pimpinan KPK untuk pengurusan penyelesaian di PDAM Tirta Kualo Tanjung Balai atas nama Ruri Prihartini.

Lili dinyatakan melanggar Pasal 4 ayat 2 huruf a dan b Peraturan Dewan Pengawas Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Lili kemudian dikenai sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok 40 persen selama 12 bulan. Dewas KPK kemudian mendapat sejumlah kecaman karena sanksi yang dijatuhkan pada Lili Pintauli dinilai terlalu ringan.

Namun, atas putusan pelanggaran kode etik itu, Dewas KPK tidak meneruskan kasus tersebut ke ranah pidana. Mengapa demikian?

"Apakah nanti Dewas akan menyampaikan? Oh tidak. Dalam putusan kami tidak sampaikan seperti itu. Kalau dibaca putusan secara baik-baik itu jelas kami sampaikan kami tidak masuk dalam area perbuatan pidana sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 36 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 juncto Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019," kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean saat konferensi pers, Senin (30/8/2021).

Menanggapi putusan pelanggaran etik itu, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengaku menerima putusan Dewas KPK. Lili tidak mengajukan upaya hukum.

"Saya menerima tanggapan Dewas," kata Lili kepada wartawan di gedung KPK C1 Jakarta, Senin (30/8/2021).

ICW lalu melaporkan Lili ke Bareskrim Polri terkait dengan dugaan melanggar hukum karena berkomunikasi dengan Syahrial karena Dewas KPK diduga tidak mau meneruskan ke ranah pidana. Namun pada akhirnya kasus tersebut dimentahkan Bareskrim Polri.

Berikut ini perjalanan kasusnya.

Selengkapnya di halaman berikutnya.