Pengacara Heran Korban Pelecehan di KPI Dipertemukan dengan Terlapor

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 11:52 WIB
Pengacara Korban Pelecehan di KPI, Rony E Hutahaean
Foto: Pengacara Korban Pelecehan di KPI, Rony E Hutahaean (Nahda-detik)
Jakarta -

Pengacara korban pelecehan dan perundungan di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Rony E Hutahaean, menyayangkan kliennya dipertemukan dengan lima terlapor. Rony juga heran dalam pertemuan itu pihaknya sebagai kuasa hukum tidak dilibatkan.

"Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari klien kami, bahwa beberapa hari ini adalah klien kami ada pertemuan dengan pihak terduga pelaku. Jadi informasinya adalah bahwa 1 orang ketemu di dalam, 4 orang menjaga di luar," kata Rony kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Rony mengatakan, dalam pertemuan itu, ada tawaran untuk berdamai kepada kliennya. Namun, perdamaian itu dengan syarat korban mencabut laporan dan meminta maaf.

"Apa yang ditawarkan di sana adalah adanya perdamaian. Akan tetapi setelah dipelajari dan didengarkan oleh klien kami ada beberapa persyaratan termasuk untuk mencabut dengan meminta maaf dan mengakui seakan-akan bahwa itu tidak benar. Sehingga klien kami merasa tidak bersedia, dan menyatakan 'kok saya yang minta maaf orang saya menjadi korban'. Sehingga upaya melanjutkan perdamaian itu sampai sekarang tidak," papar dia.

Tak hanya itu, kata Rony, kliennya juga mengaku mulanya tidak diberi kesempatan untuk berbicara saat pertemuan itu. Namun, Rony, enggan secara gamblang menyebutkan ada tekanan kepada kliennya.

"Dia menyatakan bahwa dia tidak diberikan kesempatan untuk berbicara atau menyampaikan awalnya," ungkap Rony.

"Apakah itu ada paksaan atau tidak yang pasti bahwa dia terakhir kali menyampaikan kepada saya bahwa beliau memang ada membahas perdamaian atas permintaan terduga pelaku di kantor KPI," imbuh dia.

Simak juga video 'Terlapor Pelecehan di KPI Pertimbangkan Lapor, Ini Respons Komnas HAM':

[Gambas:Video 20detik]