Korban Pelecehan Seks di KPI Dituntut Cabut Laporan oleh 5 Terlapor

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 11:18 WIB
Pengacara Korban Pelecehan di KPI, Rony E Hutahaean
Pengacara korban pelecehan di KPI, Rony E Hutahaean (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Korban pelecehan seks dan perundungan diduga oleh lima pegawai KPI Pusat mengaku dipertemukan dengan lima terlapor pada awal pekan ini. Pertemuan itu disebut membahas penyelesaian masalah dengan cara damai di antara dua belah pihak.

Korban melalui kuasa hukumnya, Rony E Hutahaean, mengatakan pelapor dituntut mencabut laporan di kepolisian oleh kelima terlapor.

"Apalagi klien kami diminta mencabut laporan polisi di Polres Jakarta Pusat. Ini kan sesuatu yang aneh. (Yang minta cabut laporan) terduga kelima pelaku, dan itu adalah mereka bertemu berdasarkan informasi klien kami," ujar Rony saat dimintai konfirmasi, Jumat (10/9/2021).

Rony menyayangkan dan menilai janggal pertemuan tersebut. Apalagi dirinya tak dilibatkan dalam kapasitas mendampingi kliennya.

"Mestinya ini harus diletakkan dulu persoalan dengan baik dan disampaikan kalau memang ada niat perdamaian harus disampaikan ke Polres Jakpus, karena ini sudah masuk proses hukum," jelas Rony.

"Kami tidak tahu apa sih, menjadi pertanyaan bagi kami, apa yang mendasari sehingga mereka antipati dengan kuasa hukum? Kok, mereka seakan-akan anti dengan kehadiran kami," sambungnya.

Rony juga menduga para terlapor memanfaatkan kondisi psikis korban pelecehan seks yang labil. Dia menduga, dengan kondisi tersebut, kliennya mau menyetujui perdamaian tersebut dan tidak melanjutkan proses hukum.

"Berulang kali kami sampaikan bahwa klien kami terganggu psikologinya dan orangnya adalah labil, artinya dengan adanya kondisi klien seperti itu. Kami menduga bahwa dimanfaatkan kondisi klien kami pada saat itu," kata Rony.

"Kami duga dimanfaatkan untuk melakukan rencana perdamaian," lanjutnya.

Terlapor Minta Cabut Laporan

Terlapor dugaan pelecehan dan perundungan pegawai KPI mengakui adanya pertemuan dengan korban dugaan pelecehan seks, MS, pada awal pekan ini. Pertemuan itu disebut membahas perdamaian di antara kedua belah pihak.

Salah satu terlapor berinisial RM, lewat pengacaranya bernama Anton, mengatakan pertemuan itu terjadi pada Rabu (8/9). Pada intinya pertemuan itu dilakukan untuk mencapai kesepakatan damai. Anton menyebut pihak kerabat terlaporlah yang meminta perdamaian.

"Salah satu poinnya kita minta cabut LP (laporan polisi) dan (poin) kedua rehabilitasi nama-nama para terlapor yang sudah babak belur oleh netizen," kata Anton saat dihubungi wartawan, Kamis (9/9).

Lihat juga video 'Terlapor Pelecehan di KPI Pertimbangkan Lapor, Ini Respons Komnas HAM':

[Gambas:Video 20detik]



Simak upaya perdamaian versi terlapor selengkapnya di halaman selanjutnya.