Korban Pelecehan Seks di KPI Dituntut Cabut Laporan oleh 5 Terlapor

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 11:18 WIB
Pengacara Korban Pelecehan di KPI, Rony E Hutahaean
Pengacara korban pelecehan di KPI, Rony E Hutahaean (Nahda/detikcom)

Anton juga membenarkan pihaknya menyodorkan surat kesepakatan perdamaian hitam di atas putih dengan beberapa poin persyaratan. Salah satunya korban diminta mencabut laporan di Polres Metro Jakarta Pusat.

"Jadi hal yang wajar kalau misalnya kita nggak mau perpanjangan (kasus) tentu ada hitam putih dong, perdamaian. Dalam perdamaian itu, pasti ada poin-poin yang disepakati beserta permohonannya. Termasuk permohonannya, misalnya kita minta cabut LP-nya," ujar Anton.


Syarat Perdamaian

Anton kemudian mengungkap syarat perdamaian yang diajukan oleh pihaknya, yakni permintaan maaf dari korban dan juga rehabilitasi nama serta menganulir isi rilis yang sempat tersebar luas.

"Untuk dia permohonan maaf, kemudian dia merehabilitasi nama klien saya atau menganulir rilis, dia nggak siap bahasa kasarnya gitu. Karena apa? Nanti 'gua diserang dong sama netizen', bahasa dia begitu," ungkap Anton.

Dia menambahkan, pihaknya membantah adanya tekanan dari terlapor kepada MS. Anton menyebut mediasi untuk mencapai perdamaian itu berlangsung cair.

"Penekanan itu nggak ada, itu hanya negosiasi kalau kita mau berdamai. Hal yang wajar kalau klien saya minta dicabut karena klien saya dilaporkan dituduh melakukan pelecehan seksual. Klien saya minta cabut itu LP-nya, lalu minta maaf rehabilitasi namanya., hanya itu. Tapi dia keberatan," jelasnya.


(aud/aud)