3 Momen Anies dan Riza Tak Kompak Bikin Pernyataan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 10:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmikan tugu peti mati korban COVID-19 di Jakarta Utara. Tugu peti mati itu dibuat sebagai peringatan akan bahaya COVID-19.
Anies Baswedan dan Riza Patria (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria kerap kali beda suara ketika membuat pernyataan. Kali ini Riza mengoreksi Anies soal pembekuan izin Holywings Kemang, Jaksel.

Tidak kompak Anies-Riza saat membuat pernyataan bukan pertama kalinya terjadi. Dalam rangkuman detikcom, Anies-Riza sudah tiga kali beda suara. Ini momennya:

Soal Pendatang Masuk Jakarta

Pada Mei lalu, Wagub Riza membuat pernyataan mewanti-wanti warga yang mudik ke kampung tak ajak teman saat kembali ke Jakarta. Dia menyebut Jakarta sudah padat.

"Kami juga minta mohon maaf bagi yang kembali ke Jakarta untuk tidak membawa seperti tahun-tahun selama ini. Dari dulu setiap habis Lebaran itu yang pulang kampung membawa temannya-saudaranya ke Jakarta. Kami mengimbau-menyarankan, di Jakarta sudah cukup padat sebagai ibu kota," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/5).

Riza mengatakan tak perlu semua pendatang ke Jakarta. Warga diimbau bekerja dari daerah masing-masing.

"Banyak yang bisa kita kerjakan bersama-sama, bersinergi, berkolaborasi dengan semua kita bekerja di tempat masing-masing, di kampung masing-masih, banyak sekali yang bisa kita kerjakan. Tidak semua yang harus di Jakarta bekerja," kata Riza.

Tak lama, Anies bicara Jakarta tak pernah melarang warga untuk datang. Anies menyebut screening bukan berarti melarang masyarakat masuk ke Jakarta.

"Saya ingin menggarisbawahi bahwa kebijakan Jakarta tidak pernah melarang orang masuk Jakarta. Jadi ini bukan pelarangan masuk Jakarta," ujar Anies.

Anies menyebut ini disebabkan Jakarta merupakan bagian dari Indonesia. Jadi, menurutnya, siapa saja penduduk Indonesia bisa datang ke kota mana pun yang ada di Indonesia.

"Karena Jakarta adalah bagian dari Indonesia. Siapa saja penduduk Indonesia bisa datang ke kota mana saja," kata Anies.

Soal Lockdown Akhir Pekan

Pada awal Februari lalu juga Anies dan Riza beda suara soal usulan lockdown akhir pekan. Riza mengatakan DKI masih menunggu keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan ada pembahasan soal lockdown akhir pekan.

"Usulan dari teman-teman DPR saya kira disampaikan saja kepada pemerintah, kepada Presiden, kepada Satgas pusat. Kami di Pemprov DKI juga nanti Pak Gubernur akan mengkaji, menganalisa, dan membahas," kata Riza di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Dua hari setelahnya, Anies menjawab soal usulan lockdown akhir pekan. Anies menekankan wilayah DKI Jakarta tidak akan menerapkan kebijakan tersebut.

"Tidak ada rencana lockdown di akhir pekan di DKI Jakarta. Mari jaga diri, jaga lingkungan kita, insyaallah kita semua selalu dilindungi," ujar Anies dalam siaran di YouTube Pemprov DKI Jumat (5/2/2021).

Anies mengatakan wacana tersebut merupakan berita yang berkembang di media dan masyarakat. Dia kembali menegaskan Pemprov DKI tak akan menerapkan kebijakan lockdown akhir pekan.

"Berita tentang kebijakan lockdown itu adalah wacana yang berkembang di masyarakat dan media. Tapi kami tidak dalam posisi mempertimbangkan, apalagi menetapkan bahwa akan ada lockdown akhir pekan di Jakarta, itu tidak benar," katanya.

Lihat juga video 'Anies Siapkan Sistem Blacklist Bagi Pengunjung Tempat Pelanggar Prokes!':

[Gambas:Video 20detik]