PDIP DKI Pertanyakan Beda Komentar Anies-Riza soal Skateboard di Trotoar

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 12:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmikan tugu peti mati korban COVID-19 di Jakarta Utara. Tugu peti mati itu dibuat sebagai peringatan akan bahaya COVID-19.
Anies dan Ahmad Riza Patria (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Fraksi PDIP DKI Jakarta mempertanyakan perbedaan pandangan antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Ahmad Riza Patria, mengenai skateboard melintas di trotoar. Menurut PDIP, kedua pemimpin semestinya satu suara dalam menyikapi permasalahan ini.

"Mosok satu rumah beda suara? Kan (artinya) satu rumah beda suara. Harusnya ya satu suara dalam menyikapi persoalan kemasyarakatan, apalagi ini menyangkut masalah komunitas yang, bagaimanapun, tidak butuh ruang. Kalau di trotoar sangat mengganggu misalkan, mesti ada ruang. Prinsip dasarnya kan itu," kata Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono saat dihubungi, Jumat (5/3/2021).

Politikus PDIP ini lebih menyarankan untuk mengembalikan fungsi trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta perlu menambah ruang untuk skateboarder beraktivitas.

"Idealnya nggak boleh. Kalau mau bicara ideal, nggak boleh, karena trotoar untuk pejalan kaki. Fungsi trotoar untuk pejalan kaki. Bukan untuk main-main seperti itu, kalau bicara fungsi. Sebenarnya karena ruang bagi mereka belum ada, mereka menggunakan trotoar. Persoalannya itu," jelasnya.

Gembong WarsonoGembong Warsono (Foto: dok. Istimewa)

Menurutnya, kejadian viral ini semata-mata disebabkan oleh kurangnya fasilitas yang bisa mengakomodasi kegemaran para skateboarder. Sama halnya dengan pesepeda, Gembong memandang pemenuhan fasilitas bagi penggemar olahraga skateboard perlu dilakukan. Hal ini merupakan tugas Pemprov DKI Jakarta sebagai penyedia ruang publik.

"Berikan ruang bagi mereka. Agar komunitas punya tempat untuk apa yang menjadi kegemaran mereka. Misalkan ada komunitas sepeda, mereka kan sudah diberikan ruang, jalur sepeda, kan seperti itu. Contoh seperti itu memang tugas pemerintah daerah melakukan itu," ucapnya.

Seperti diketahui, Viral video berisi penangkapan skateboard di kawasan trotoar Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, tepatnya di depan Hotel Mandarin Oriental. Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menyebut skateboard tidak boleh di trotoar, sementara Gubernur Anies Baswedan diklaim memberikan izin bermain di trotoar.

Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria tegas melarang warga bermain skateboard di trotoar. Menurut Ariza, sudah ada tempat khusus bagi pemain skateboard.

"Olahraga skateboard itu di trotoar tidak boleh, kan ada tempat yang sudah disiapkan. Pemprov siapkan, pemerintah pusat di Senayan juga disiapkan. Jadi, kalau di situ, banyak warga yang keberatan, protes," kata Riza di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/3/2021).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan perwakilan Komunitas Jakarta Skateboarding di Balai Kota. Hal ini menindaklanjuti aksi viral Satpol PP menindak pemain skateboard di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Anies bertemu komunitas skateboardAnies bertemu komunitas skateboard. (Foto: Instagram Satriavijie)

Hasil pertemuan ini, salah satunya Anies memperbolehkan skateboarder bermain skateboard di trotoar. Syaratnya, tidak mengganggu aktivitas pejalan kaki.

"Ada keputusan Gubernur boleh main di trotoar Jakarta tapi tetap yang diamankan, kewajiban utamanya adalah mendahulukan pejalan kaki," kata pengurus Komunitas Jakarta Skateboarding Satria Vijie saat dihubungi, Kamis (4/3/2021).

Simak juga video 'Pesan Anies di HUT Ke-71 Satpol PP DKI: Tegas dan Humanis':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)