Round-Up

Sorotan ke Peran Dukun di Balik Ortu Congkel Mata Anak Demi Pesugihan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 20:36 WIB
Poster
Ilustrasi kekerasan ke anak. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Peran dukun di balik kasus orang tua mencungkil mata anak demi pesugihan di Sulawesi Selatan disorot. Dukun berinisial SU (65) itu telah diperiksa polisi.

Ortu Bertemu Dukun untuk Berobat

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman menjelaskan orang tua dari korban AP (6) pernah berobat ke dukun tersebut. Status dukun itu sendiri saat ini masih sebagai saksi.

"Diperiksa masih sebagai saksi," kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman kepada detikcom, Rabu (8/9/2021).

Boby belum menjelaskan lebih lanjut apakah pengobatan ke rumah dukun yang dimaksud itu bagian dari pesugihan atau ilmu hitam.

"Memang ada keterkaitannya, dalam hal ini dia berobat, sementara hanya itu," ungkap Boby.

Terkait pemeriksaan dukun, lanjut Boby, penyidik masih akan mengecek lebih lanjut apakah ilmu dukun tersebut merupakan ilmu hitam atau aliran sesat. Untuk itu, penyidik bakal menghadirkan pihak terkait sebagai saksi.

"Saya jelaskan, dia aliran sesat atau aliran hitam bukan kapasitas kami sebagai penyidik (untuk menentukan). Jadi ada nanti dari Kemenag atau MUI apakah aliran sesat atau hitam itu," tutur Boby.

Boby juga mengaku belum menjadwalkan pemeriksaan saksi dari MUI atau Kemenag tersebut. Namun dia mengatakan penyidik baru bisa bertindak lebih jauh soal dukun apabila pemeriksaan saksi dimaksud selesai.

"Dari mereka (MUI-Kemenag) nanti yang melihat, dari kajian mereka. Ketika ada kajiannya baru bisa ditindaklanjuti. Ini saya fokus dulu kepada kekerasan anak," kata Boby.

Ortu Congkel Mata Anak Secara Sadar

Polisi mengungkap pasutri TT dan HA mencongkel mata anaknya demi pesugihan dilakukan secara sadar. Polisi membantah keduanya terpengaruh bisikan gaib atau mengalami gangguan jiwa saat menganiaya anaknya.

"Ini memang (pasutri TT dan HA congkel mata anak demi pesugihan) dilakukan secara sadar," ucap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada detikcom, Rabu (8/9).

Hal itu diungkap Zulpan setelah pasutri tersebut dipastikan tidak mengalami gangguan jiwa saat diperiksa di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Makassar.

"Ini memang tidak ada kelainan jiwa seperti diduga sebelumnya," ucap Zulpan.

Lihat Video: Bocah Korban Pesugihan Ortu Bakal Jalani Trauma Healing

[Gambas:Video 20detik]