Polisi Akan Autopsi Jasad Kakak Bocah Dicongkel Matanya demi Pesugihan Ortu

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 12:41 WIB
Ilustrasi jenazah
Foto: Thinkstock
Gowa -

Polisi menyelidiki kematian kakak kandung bocah AP (6) yang matanya dicongkel demi pesugihan orang tuanya. Kakak AP, berinisial DS, disebut meninggal karena dicekoki garam 2 liter demi pesugihan.

"(Untuk mengetahui) Apa penyebab kematiannya tentunya kita akan melakukan autopsi," kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman kepada detikcom, Rabu (8/9/2021).

Untuk diketahui, kakak kandung AP berinisial DS itu dilaporkan meninggal dunia dengan cara tidak wajar dengan cara dicekoki garam dua liter di rumahnya di wilayah Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa, Selasa (31/8). Kemudian pada hari pemakaman DS, Rabu (1/9), giliran adik kandung DS, yakni AP yang dicungkil mata kanannya oleh ayah, ibu, paman, dan kakeknya, Rabu (1/9).

Menurut Boby, penyidik saat ini tengah mendalami dua kasus secara terpisah, yaitu penganiayaan AP dan kasus kematian DS. Khusus untuk penganiayaan terhadap AP, penyidik telah menetapkan empat tersangka, yakni ayah, ibu, paman, dan kakek korban.

"Untuk kematiannya kita bedakan dengan penganiayaan," kata Boby.

Sementara untuk kasus kematian DS, lanjut Boby, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi. Keterangan saksi-saksi ini diperlukan untuk mendukung hasil autopsi penyidik nantinya.

"Kematiannya nanti kita proses penyelidikan sambil memeriksa saksi-saksi. Saya tidak bisa menyimpulkan penyebab kematian dan saksi-saksi juga (sebelum hasil autopsi keluar)," pungkas Boby.

Sebelumnya diberitakan, AP, DS tewas setelah dicekoki air garam oleh kedua orang tuanya.

"Untuk sementara, dari informasi yang saya dengar, kakaknya ini meninggal ini karena dicekokin garam 2 liter, sampai pembuluh darahnya pecah," ujar keluarga korban, Agus, kepada wartawan, Sabtu (4/9).

DS yang tewas dicekoki garam dimakamkan pada Kamis (3/9) lalu. Setelah DS dimakamkan, orang tuanya kemudian langsung menganiaya AP hingga matanya dicungkil.

Korban dicungkil matanya oleh orang tuanya diduga sebagai syarat belajar ilmu hitam. Selain orang tua kandung, diduga ada pihak lain yang terlibat.

"(Ilmu hitam) ya seperti itu. Karena dia lihat di matanya ada sesuatu, berusaha mengambil, jadi berempat dia (pelaku) itu dianiaya, kayak orang dianiaya, karena bapaknya pegang rambutnya, sama omnya, kemudian kakeknya yang pegang kakinya," kata.

(hmw/nvl)