Aksi KPK Bongkar Perkara OTT hingga Harta Pejabat Negara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 14:58 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

KPK pekan lalu bergerak aktif mengungkap kasus dugaan korupsi. Dalam sepekan, sedikitnya empat kasus sekaligus dibongkar KPK dan diumumkan ke publik.

Dirangkum detikcom, Rabu (8/9/2021), KPK bergerak melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Pemerintah Kabupaten Probolinggo. KPK menelusuri adanya dugaan jual-beli jabatan kepala desa yang turut menyeret Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.

Masih dalam pekan yang sama, KPK mengumumkan penetapan tersangka tiga kasus sekaligus. Kasus-kasus tersebut ada yang merupakan pengembangan kasus sebelumnya dan ada juga pengungkapan yang berasal dari penyelidikan perkara terbaru.

Ketiga perkara itu adalah di Perum Jasa Tirta II, kasus korupsi proyek jalan Bengkalis, dan kasus korupsi Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. Kasus-kasus itu diumumkan para tersangkanya oleh KPK pada hari yang sama, yakni Jumat (3/9).

KPK OTT Bupati Probolinggo

OTT terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin dilakukan pada Senin (30/8). Keduanya ditangkap KPK bersama delapan orang, yakni beberapa camat dan ajudan, di rumah pribadinya, Jalan Raya Ahmad Yani No 9, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.

Perkara yang menjerat Puput dan suami, yang merupakan anggota DPR RI, adalah kasus jual-beli jabatan kepala desa di Kabupaten Probolinggo. KPK menetapkan 22 tersangka dalam kasus ini, termasuk Puput dan Hasan.

Dalam perkara ini, menyebut Puput mematok tarif jabatan kepala desa di Probolinggo sebesar Rp 20 juta ditambah upeti tanah kas desa dengan tarif Rp 5 juta per hektar. Diketahui, Kabupaten Probolinggo akan melaksanakan pemilihan kades serentak tahap II pada 9 September 2021 setelah 252 kepala desa akan selesai menjabat.

"Untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa tersebut, maka akan diisi oleh pejabat kepala desa yang berasal dari para ASN di Pemkab Probolinggo dan untuk pengusulannya dilakukan melalui camat," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Senin (30/8) malam.

Tak hanya itu, ternyata sejumlah usulan nama harus mendapat persetujuan dari orang kepercayaan Puput, yang notabene adalah suaminya, yakni Hasan Aminuddin. Persetujuan ini berbentuk taraf pada nota dinas pengusulan nama.

Berikut ini daftar tersangka suap jual-beli jabatan kades Kabupaten Probolinggo:

Penerima Suap:

- Puput Tantriana Sari (Bupati Probolinggo)
- Hasan Aminuddin (Anggota DPR RI)
- Doddy Kurniawan (Camat Krejengan)
- Muhammad Ridwan (Camat Paiton)

Pemberi suap:

- Sumarto (ASN)
- Ali Wafa (ASN)
- Mawardi (ASN)
- Mashudi (ASN)
- Maliha (ASN)
- Mohammad Bambang (ASN)
- Masruhen (ASN)
- Abdul Wafi (ASN)
- Kho'im (ASN)
- Ahkmad Saifullah (ASN)
- Jaelani (ASN)
- Uhar (ASN)
- Nurul Hadi (ASN)
- Nuruh Huda (ASN)
- Hasan (ASN)
- Sahir (ASN)
- Sugito (ASN)
- Samsuddin (ASN)

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: