Round-Up

Babak Baru Kisah Sadis Orang Tua Tega Cungkil Mata Anak

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 06:28 WIB
Poster
Ilustrasi kekerasan pada anak (Foto: Edi Wahyono-detikcom)
Gowa -

Kasus orang tua mencungkil mata anaknya memasuki babak baru. Pasangan suami istri (pasutri) yang diduga mencungkil mata anaknya itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pasutri berinisial TT (45) dan HA (43) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), itu ditetapkan menjadi tersangka karena mencungkil mata anaknya, AP (6), demi pesugihan. TT dan HA menjadi tersangka setelah menjalani tes kejiwaan.

"Bertambah jadi empat tersangka," ucap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dimintai konfirmasi, Selasa (7/9/2021).

Polisi lebih dulu menetapkan kakek korban, BA (70), dan paman korban, US (45), sebagai tersangka kasus ini. Sementara, ayah dan ibu korban awalnya berstatus saksi karena diduga mengalami gangguan jiwa.

Setelah pemeriksaan kejiwaan di RSKD Dadi, ayah dan ibu korban dinyatakan tak mengalami gangguan jiwa. Penganiayaan ortu dengan cara mencungkil mata itu diduga dilakukan secara sadar dan bersama-sama.

"Kegiatan ini memang dilakukan secara sadar, kemudian bukti-bukti lain saksi-saksi lain memang mengarah kepada ibunya sama bapaknya sehingga penyidik berkeyakinan ini sudah memenuhi sebagai tersangka juga," ucap Zulpan.

Keempat tersangka dijerat Pasal 44 Ayat 2 UU Nomor 2003 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT juncto Pasal 55,56 KUHP atau Pasal 80 juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

"Jadi perannya (dari empat tersangka) pada saat itu ada yang memegang tangan, memegang kaki, kemudian ada juga yang menjambak rambut kemudian ada juga yang mencungkil mata kanannya. Itu perannya dalam kasus ini," ungkap Zulpan.

Polisi Usut Kematian Kakak Korban Pencungkilan Mata

Zulpan mengatakan polisi masih melakukan pengembangan. Salah satunya terkait informasi kematian kakak korban sehari sebelum aksi cungkil mata dilakukan terhadap AP. Kakak korban berinisial, DS (22), diduga meninggal karena dicekoki garam 2 liter.

"Tentunya kasus ini juga akan dikembangkan terkait adanya juga keterangan-keterangan yang diperoleh penyidik di lapangan bahwa satu hari sebelum kekerasan yang dilakukan keluarga kepada AP, bahwa kakak dari AP ini pun meninggal dunia," kata Zulpan.

"Tentunya akan didalami apakah meninggal dunianya kakak AP berinisial DS apakah juga ada kaitannya kekerasan yang dilakukan kedua orang tuanya, termasuk paman dan kakeknya, nanti kita akan lihat," imbuhnya.

Zulpan mengatakan penyidik lebih dulu mengamankan ayah dan ibu korban dari RSKD Dadi agar bisa segera diperiksa sebagai tersangka. Dia berharap keterangan dari ayah dan ibu korban bisa membantu penyidik mengungkap lebih jauh kasus ini.

"Ini lagi berkoordinasi pihak RS untuk daripada penjemputan kedua orang tuanya," pungkas Zulpan.

Simak video 'Bocah Korban Pesugihan Ortu Bakal Jalani Trauma Healing':

[Gambas:Video 20detik]