Polisi Selidiki Pesugihan yang Buat Pasutri di Gowa Tega Congkel Mata Anaknya

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 14:23 WIB
Ilustrasi anak jadi korban kekerasan
Foto: Ilustrasi kekerasan anak. (Thinkstock)
Gowa -

Polisi menyelidiki pesugihan dilakukan pasangan suami istri (pasutri) inisial TT (45) dan HA (43) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang membuat keduanya tega mencongkel mata anakanya, AP (6 tahun). Penyelidikan dilakukan usai TT, HA, dan 2 orang lainnya ditetapkan menjadi tersangka.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan mengatakan, sementara ini penyidik di lapangan menemukan jika penganiayaan dipicu kakek, paman, dan kedua orang tua korban belajar aliran sesat. Selanjutnya penyidik akan terus mendalami apakah aliran sesat itu mengarah kepada pesugihan atau bentuk ilmu lainnya.

"Nanti kita periksa dulu kedua orang tuanya yang jelas aliran sesat, karena ada tujuan tertentu," ujar Zulpan kepada detikcom, Selasa (7/9/2021).

"Tentunya setelah dilakukan pemeriksaan kedua orang tuanya ini ke arah mana, apakah pesugihan atau memperdalam ilmu lain," sambung Zulpan.

Zulpan sendiri tak menampik banyaknya informasi di lapangan yang menyebutkan bahwa para tersangka tengah pesugihan. Namun dia menyebut informasi tersebut masih harus dibuktikan lebih lanjut.

"Walaupun selama ini banyak suara-suara mengatakan itu pesugihan, tentunya harus bisa dipertanggungjawabkan secara materil dan pembuktian-pembuktian," katanya.

Polisi Ungkap Indikasi Para Tersangka Belajar Aliran Sesat

Zulpan mengatakan, salah satu indikasi para tersangka belajar aliran sesat karena mereka menganggap perbuatan mereka benar. Para tersangka berdalih menganiaya korban karena ada penyakit di tubuh korban.

"Karena pada saat diamankan dia teriak-teriak seolah-olah katanya ada bisikan-bisikan, halusinasi, bahwa di dalam tubuh anaknya yang harus dikeluarkan dengan mencongkel mata," katanya.

Dia mengatakan, penyelidikan terhadap dugaan aliran sesat tersebut diharapkan bisa terungkap lebih jauh setelah pemeriksaan ayah dan ibu korban sebagai tersangka.

"Kita berharap ketika dilakukan pemeriksaan kepada kedua orang tua sebagai tersangka ini lebih membuka lagi tabir daripada kasus ini," kata Zulpan.

"Sejauh mana mereka mempelajari aliran ini yang diduga sesat kemudian dari mana diperoleh, siapa gurunya," katanya lagi.

Simak juga video 'Gegara Ilmu Hitam, Ortu di Sulsel Tega Cungkil Mata Anaknya':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)