Ma'ruf dan Tokoh Lintas Agama Gelar Dialog Virtual Bahas Penanganan COVID-19

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 11:56 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin memimpin rapat percepatan pengentasan kemiskinan secara virtual
Wapres Ma'ruf Amin (Foto: dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden RI (Wapres) Ma'ruf Amin mengajak tokoh agama dan organisasi keagamaan untuk menyiapkan kajian yang dapat dijadikan pedoman umat dalam menjalani kehidupan di era endemi COVID-19. Ma'ruf menilai tokoh agama dapat berperan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hidup bersama COVID-19 ketika telah menjadi endemi.

"Sebagaimana yang telah dilakukan selama masa pandemi, para tokoh agama juga memiliki peran penting dalam menyongsong era pascapandemi, yaitu untuk menjaga dan memberikan motivasi serta membangkitkan semangat umat baik dari sisi keagamaan, sosial maupun ekonomi, serta tetap menjaga keharmonisan dalam masyarakat," kata Ma'ruf dalam dialog virtual nasional lintas agama yang disiarkan di YouTube Masjid Istiqlal TV, Selasa (7/9/2021).

Ma'ruf mengajak tokoh agama dan pemuka agama mendorong masyarakat memulihkan keadaan seperti sebelum pandemi COVID-19 dengan mengatasi ketertinggalan yang terjadi dan menyiapkan pola hidup era endemi. Tentunya harus diikuti dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan vaksinasi.

"Dalam agama Islam kita diwajibkan antara lain untuk menjaga jiwa (hifdzun nafs) sebagai salah satu inti dari syariat Islam. Oleh karena itu, para ulama menegaskan tentang pentingnya menjauhi dan menghindarkan diri dari wabah penyakit atau marabahaya lainnya yang mengancam keselamatan jiwa," ungkapnya.

Ma'ruf juga meminta tokoh agama melakukan kajian untuk menyiapkan pedoman dalam menjalani era endemi COVID-19. Hal itu karena diperkirakan virus Corona terus bermutasi dan mengancam sepanjang belum ditemukannya obat yang tepat dan manjur. Oleh karena itu, salah satu bentuk pola hidup pascapandemi yang akan terus menyertai adalah penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

"Adapun dalam mengantisipasi kondisi pascapandemi saat ini, para pemuka agama dan pimpinan organisasi keagamaan perlu pula melakukan kajian guna mempersiapkan suatu konsep yang dapat dijadikan pedoman bagi umat dan masyarakat dalam menjalani era endemi pasca pandemi COVID-19," ujar Ma'ruf.

"Sebagai pimpinan dan pemuka agama, yang tentunya juga menjadi panutan bagi umat dan masyarakat, sudah semestinya kita melakukan persiapan-persiapan yang lebih dini agar mampu memberikan penjelasan dan bimbingan yang tepat, dan agar umat tidak resah ataupun gundah karena kehidupannya terdisrupsi," ungkapnya.

Untuk itu, menurutnya, tokoh agama diminta memperluas wawasan, mengarahkan organisasi dan pengikut serta para siswa untuk sedini mungkin mulai belajar tentang teknologi digital. Hal tersebut agar umat tidak makin tertinggal dengan kemajuan zaman ataupun terkejut dan resah bahkan mungkin marah karena terlindas oleh arus digitalisasi.

Ma'ruf meyakini, untuk dapat melewati masa pandemi, agama berperan sebagai pembawa terang atau pencerahan dalam mendorong suatu gerakan perbaikan dan perubahan (al-ishlahat) dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, dakwah, kesehatan, maupun ekonomi.

"Saya menaruh harapan besar dan yakin bahwa seluruh pimpinan organisasi keagamaan dan para tokoh dan pemuka agama yang hadir di acara Dialog Nasional Lintas Agama ini, mampu mengajak umat dan masyarakat untuk tetap tabah, tidak berputus asa atau menyerah pada nasib, penuh optimisme dan bertambah semangat," kata Ma'ruf.

"Saya juga mengharapkan Dialog Nasional Lintas Agama ini dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran yang terbaik dan bermanfaat untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi hidup bersama COVID-19 pascapandemi dengan bekal iman, ilmu, dan amal," imbuhnya.

(yld/hri)