Didampingi Wamenag-Anies, Wapres Tinjau Sekolah Tatap Muka di Ponpes Darunnajah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 10:55 WIB
Wapres Maruf Amin Tinjau Ponpes Darunnajah
Wapres Ma'ruf Amin Tinjau Ponpes Darunnajah (Dok Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta. Ma'ruf mengapresiasi pengurus pesantren yang menerapkan protokol kesehatan ketat di masa PPKM level 3 ini.

Dalam kunjungannya kali ini, Ma'ruf Amin didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar dan Staf Khusus Wapres Bambang Widianto serta Masduki Baidlowi. Hadir dalam peninjauan ini di antaranya Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta para pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, di antaranya Sofwan Manaf dan Hadiyanto Arief.

"Saya mengapresiasi pengurus Pesantren Darunnajah yang telah secara konsisten menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan PTM, bahkan jauh sebelum pemberlakuan PPKM level 3, dengan menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk memastikan PTM dapat berjalan degan baik," kata Ma'ruf dalam siaran pers, Kamis (2/9/2021).

Diketahui, Pondok Pesantren Darunnajah ini memiliki 2.433 santri yang ada. Tercatat ada 2.086 santri yang sudah kembali ke pesantren dan 347 santri masih melakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Untuk memastikan keselamatan santri terjaga, pihak pesantren juga telah mengeluarkan buku panduan kenormalan baru/new normal bagi para santri yang akan kembali mondok.

Dalam kesempatan ini, pihak pesantren juga mengadakan vaksinasi untuk 360 santri yang belum divaksin Corona. Ma'ruf pun mendukung kegiatan itu.

"Saya mendukung percepatan pelaksanaan vaksinasi untuk semua pengurus, guru, administrator, dan karyawan, serta para santri sebagai upaya untuk menekan laju penyebaran virus Corona, selain tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan 3M," kata Ma'ruf.

Sebelumnya juga Pondok Pesantren Darunnajah telah mengadakan vaksinasi dosis 1 dan 2 untuk para guru, administrator, dan karyawan yang berjumlah 365 orang. Sedangkan jumlah santri yang sudah divaksin sebanyak 949 orang dari total 2.433 santri.

(zap/hri)