Perusakan masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), berujung petaka. Sembilan warga yang diduga terlibat dalam perusakan pun ditetapkan tersangka.
"Iya (9 tersangka) ditahan. Ada (barang bukti). Baju yang digunakan saat kejadian, alat yang digunakan," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Donny Charles Go kepada wartawan, Senin (6/9/2021).
Mereka dijerat Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara. Polisi tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus perusakan masjid yang terjadi pada Jumat (3/9) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besok ada perkembangannya. Saya belum dapat datanya," ucap Donny.
Berikut bunya Pasal 170 KUHP:
(1) Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.
(2) Yang bersalah diancam:
1. dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, jika ia dengan sengaja menghancurkan barang atau jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka;
2. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun, jika kekerasan mengakibatkan luka berat;
3. dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika kekerasan mengakibatkan maut.
Simak berita selengkapnya di halaman berikut
Saksikan video 'SETARA Institute Sebut Mendagri 'Lembek' Respon Kasus Ahmadiyah Sintang':
Polisi Buru Otak Perusakan
Polda Kalimantan Barat (Kalbar) menetapkan 9 orang sebagai tersangka perusakan masjid Ahmadiyah di Sintang, Kalbar. Polisi kini memburu otak yang mendalangi perusakan masjid Ahmadiyah itu.
"Tim Polda Kalbar sedang mengejar aktor intelektual peristiwa tersebut," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Senin (6/9).
Awal Mula Kasus
Kasus ini bermula saat ratusan orang merusak masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang, Kalbar. Situasi bisa diredam setelah ratusan personel kepolisian turun tangan.
Selain merusak masjid, menurut polisi, massa membakar sebuah bangunan di sekitar masjid.
"Ada. Yang sempat terbakar adalah gudang material di samping masjid. Untuk masjid ada bagian yang rusak karena lemparan batu," ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go, saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/9).
Donny mengatakan aksi tersebut diduga dipicu warga yang kecewa karena Pemkab Sintang hanya menghentikan operasional masjid. Padahal, menurut Donny, mereka menuntut agar masjid itu dibongkar.
"Mereka kecewa karena Pemkab Sintang hanya menghentikan operasional di tempat ibadah. Sedangkan massa menuntut agar tempat ibadah dibongkar," tuturnya.