Hari Pertama PTM di Polman, Sejumlah Murid Tak Bermasker di Kelas

Abdy Febriadi - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 19:42 WIB
Sejumlah murid di Polman tak pakai masker saat PTM di kelas
Sejumlah murid di Polman tak pakai masker saat PTM di kelas. (Abdy F/detikcom)
Jakarta -

Satgas COVID-19 Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), melakukan pengawasan sejumlah sekolah, yang hari ini mulai menggelar proses pembelajaran tatap muka (PTM). Sejumlah siswa kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Satgas COVID-19 mendapati sekolah yang mengabaikan penerapan protokol kesehatan. Selain kurangnya ketersediaan tempat cuci tangan, Satgas menemukan sejumlah murid yang tidak memakai masker saat berada di dalam kelas.

Murid yang tidak menggunakan masker pun ditegur oleh gurunya. Mereka diminta meninggalkan ruang kelas untuk mencari masker.

Para murid yang tidak menggunakan masker saat pembelajaran tatap muka itu juga diberi arahan oleh Satgas yang tengah melakukan operasi. Mereka kemudian diberi masker.

"Pada pantauan hari ini, masih ada beberapa sekolah yang belum menerapkan protokol kesehatan, terutama untuk memakai masker. Fasilitas tempat cuci tangan juga masih ada yang belum disiapkan di depan sekolah atau pintu masuk," ungkap Wakil Ketua Satgas COVID-19 Kecamatan Wonomulyo, Samiaji, kepada wartawan, Senin (6/9/2021).

Untuk itu, Satgas mengingatkan pihak sekolah agar memperhatikan penerapan prokes saat PTM berlangsung. Termasuk menyiapkan tempat cuci tangan dan masker untuk para murid.

"Tadi pengelola sekolah sudah kita imbau, agar selalu memperhatikan penerapan prokes. Termasuk menyiapkan masker untuk murid dan tempat cuci tangan, demi memutus rantai penularan virus Corona," tegas Samiaji.

Terlaksananya proses pembelajaran tatap muka ini mendapat sambutan antusias dari para murid. Mereka mengaku bersyukur dan bahagia bisa kembali ke sekolah, belajar bersama teman dan para guru.

"Senang, soalnya bisa kembali belajar di sekolah. Kalau belajar di rumah kayak gimana gitu, sekarang bisa kembali belajar bersama teman dan para guru," kata salah satu murid Kusuma Lestari.