Bahaya NIK Tersebar Seperti Jokowi, Lindungi Datamu!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 17:07 WIB
Ilustrasi e-KTP
Ilustrasi KTP (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sertifikat vaksinasi tersebar di media sosial. Lalu bagaimana dampak ketika NIK seseorang diketahui orang lain dan bisa digunakan untuk apa saja?

Pakar media sosial sekaligus pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, mengatakan NIK adalah pintu masuk untuk menemukan data pribadi seseorang secara lebih detail. Jika NIK itu dicari di Google, akan muncul data mengenai yang bersangkutan.

"Itu kan data pribadi, kalau udah tersebar bisa dimanfaatkan data yang lain-lain. Misalnya dapat NIK Pak Jokowi, cari di Google langsung keluar kan foto-foto KTP Pak Jokowi yang tersebar. Artinya pintu masuk, kayak kunci, dapetin informasi unik dan spesifik tentang Pak Jokowi," kata Ismail Fahmi kepada wartawan, Jumat (3/9/2021).

Ismail mengatakan, dari NIK tersebut, bisa ditemukan data yang lebih spesifik mengenai seseorang. Data tersebut bisa digabungkan dengan data lain untuk disalahgunakan. Ismail menyebut penggabungan itu dilakukan dengan teknik social engineering.

"Kalau NIK saja itu nama dan tanggal lahir, itu bisa langsung dipake, tapi itu bisa awalan untuk mencari informasi lebih jauh lagi tentang seseorang. Soalnya kalau pakai Ismail Fahmi itu banyak, masukin di Google 'Ismail Fahmi', oh banyak itu ada orang Kementerian Agama, ada dari kabupaten apa namanya Ismail Fahmi. Tapi kalau NIK itu hanya saya, Ismail Fahmi aja," kata dia.

"Coba cari di Google atau di mana, itu social engineering itu, ketahuan dapat data-data yang lain, yang persis tentang saya itu," lanjutnya.

NIK Bisa Digunakan untuk Apa?

Islamil Fahmi juga menjelaskan untuk apa NIK itu digunakan jika sudah tersebar. Salah satunya untuk aktivasi nomor telepon.

"Nantikan kalau dapat NIK, dapat KK orang bisa bikin nomor registrasi baru telepon. Nanti pas Pilpres misalnya dipakai untuk blasting daftar ini, daftar itu," kata dia.

Selain itu, pada saat pendemi Corona ini, NIK sering kali digunakan untuk mengakses sertifikat vaksinasi seseorang. Seperti yang dialami oleh NIK Jokowi.

"Kemudian juga dari NIK tahu nama, tanggal lahir, kayak gitu kan bisa kita dengan PeduliLindungi yang sekarang kita bisa ambil sertifikat orang lain," ujar Ismail.

"Misalnya kalau nggak tahu tanggal, tahu NIK dan nama saya nih, dari NIK tahu tanggal lahir, terus ingin ambil sertifikat saya, tinggal lihat saja di Facebook saya, saya kan biasanya foto kapan saya vaksinasi pertama dan kedua, dapat tanggalnya, kemudian cek saya pakai apa, saya bilang juga pakai Sinovac, pakai ini dengan bangga. Ya udah masukin PeduliLindungi, bisa download itu sertifikat saya," jelasnya.

Sertifikat itu, kata Ismail, kemudian digunakan untuk mengakses fasilitas umum yang mewajibkan vaksinasi. Terutama di tempat yang tidak menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Kalau dapat sertifikat saya, misalnya kalau mau di-print, orang yang tidak vaksinasi nge-print itu terus dibawa aja sertifikat orang lain dibawa. Kan nggak semua menerapkan PeduliLindungi, banyak mal atau pasar ya udah tunjukin aja kalau ada sertifikatnya kan. Terus liatin, 'namamu siapa?' 'Ir. Joko Widodo' 'kok sama sama presiden?' 'ya emang sama', nggak dicek," kata dia.

Apakah NIK bisa disalahgunakan untuk daftar Pinjol? Simak pada halaman berikut.

Simak video 'Bicara Data PeduliLindungi, Menkes Ingatkan Masyarakat Jaga Privasi':

[Gambas:Video 20detik]