Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor, Dasco: Perlindungan Data Pribadi Penting!

ADVERTISEMENT

Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor, Dasco: Perlindungan Data Pribadi Penting!

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 16:13 WIB
Sejumlah anggota komisi IX DPR RI mendatangi RSPAD Gatot Soebroto. Mereka mengikuti pengambilan darah untuk diproses menjadi vaksin nusantara.
Sufmi Dasco Ahmad (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Nomor induk kependudukan (NIK) Presiden Jokowi tersebar karena sertifikat vaksinasinya bocor. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebut dirinya mendengar banyak keluhan terkait situs PeduliLindungi.

"Ya memang banyak keluhan yang kita terima, di situs PeduliLindungi," kata Dasco kepada wartawan, Jumat (3/9/2021).

Dasco mengatakan, meski Kemenkes masih dalam proses menyempurnakan sistem PeduliLindungi, dia mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi.

"Dan dalam keterangannya Menteri Kesehatan di Komisi IX bahwa data atau aplikasi PeduliLindungi itu terus diprogres untuk disempurnakan karena ini sambil berprogres sambil kemudian diimplementasikan ke masyarakat dan memang diperlukan sudah beberapa kali kita bilang bahwa perlindungan data pribadi itu penting," ujarnya.

"Sehingga hal-hal seperti ini yang paling terakhir sertifikat vaksinasi Pak Jokowi kemudian beredar di media sosial," lanjut Dasco.

Sertifikat Vaksinasi Jokowi Bocor

Dilihat detikcom, Jumat (3/9/2021), sertifikat vaksinasi itu memuat nama Jokowi beserta NIK. Selain itu, ada juga tanggal lahir Jokowi dan barcode.

Surat keterangan vaksinasi COVID-19 itu menyatakan bahwa Jokowi telah divaksinasi untuk dosis kedua pada 27 Januari 2021. Di bagian bawah sertifikat tersebut, ada logo KPC-PEN, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian BUMN. Tak hanya itu, tersebar juga nomor HP ajudan Presiden.

detikcom mencoba meminta konfirmasi atas beredarnya sertifikat vaksinasi Jokowi tersebut kepada Menkominfo Johnny G Plate. Namun Johnny meminta hal tersebut ditanyakan langsung kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin.

"Data PeduliLindungi yang saat ini berada di cloud Kominfo baru dimigrasi ke DC Kominfo dan statusnya aman. Data yang ditanyakan di atas adalah pada saat awal sebelum migrasi ke Kominfo dan kebijakannya berada di Kemenkes. Agar akurat dan tidak membingungkan masyarakat, lebih baik langsung ditanyakan ke Kemenkes," ujar Johnny.

Simak video 'Bicara Data PeduliLindungi, Menkes Ingatkan Masyarakat Jaga Privasi':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT