KPI Beri Pendampingan Hukum dan Psikologis Korban Pelecehan Seksual

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 15:27 WIB
Gedung KPI Pusat, Gambir, Jakarta Pusat
Gedung KPI Pusat (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyiapkan pendampingan hukum bagi korban pelecehan seksual dan perundungan di Kantor KPI. Tak hanya itu, KPI juga akan menyiapkan pendampingan psikologis untuk korban.

"Melakukan pendampingan hukum terhadap terduga korban serta menyiapkan pendampingan psikologis sebagai upaya pemulihan terduga korban," kata Ketua KPI Agung Suprio dalam keterangan pers tertulis, Jumat (3/9/2021).

Agung mengatakan KPI akan menyelesaikan kasus ini sampai tuntas. Pihaknya juga mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian.

"Mendorong penyelesaian jalur hukum atas permasalahan dugaan kasus pelecehan seksual dan perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan kerja KPI Pusat," tuturnya.

"Mendukung penuh seluruh proses hukum dan akan terbuka atas informasi yang dibutuhkan untuk penyelidikan kasus ini," imbuhnya.

Diketahui, polisi telah memanggil 5 terlapor kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual terhadap pegawai sesama pria di kantor KPI. Pemeriksaan dijadwalkan akan dilakukan pada Senin depan (6/9).

"Untuk pemanggilan hari Senin akan dilakukan pemanggilan," ujar Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto kepada wartawan, Kamis (2/9).

Setyo mengatakan pihaknya baru memeriksa satu saksi. Dia menyebut akan bekerja sama dengan KPI dalam menyelesaikan kasus ini.

"Untuk saksi yang diperiksa masih satu dan kita akan bekerja sama dengan KPI karena yang dilaporkan semuanya adalah pegawai dari KPI, jadi kita bekerja sama dengan KPI dan KPI pun sangat berkomitmen untuk menyelesaikan perkara ini," tuturnya.

Disebutkan, pelaku nantinya akan dikenai pasal berlapis, salah satunya terkait perbuatan cabul. Menurutnya, penyidikan juga dilakukan sesuai pada KUHAP.

"Jadi dari sisi KPI sendiri sudah dilakukan langkah tindakan internal, untuk dari kami dari Polres Metro Jakarta Pusat dari semalam kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dengan dugaan pidana Pasal 289 dan 281 KUHP juncto 335, yaitu perbuatan cabul dan atau kejahatan terhadap kesopanan disertai ancaman atau dengan kekerasan," ujar Setyo.

(whn/zap)