Korban Pelecehan di KPI Belum Buat Laporan, Komnas HAM Siap Jemput Bola

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 11:21 WIB
Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara
Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara (Foto: Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Hari ini korban pelecehan seksual dan perundungan pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dijadwalkan hadir di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat. Namun, hingga kini korban belum terlihat hadir di Kantor Komnas HAM.

"Kita masih tunggu (korban datang) pokoknya saya sampai sore nanti ada di kantor. Jadi saya akan tunggu, karena lagi-lagi ini korban traumanya dalam sekali jadi kita hargai," ujar Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kepada wartawan di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (3/9/2021).

Selain itu, Beka juga mengatakan akan memberikan opsi lain kepada korban jika nantinya korban merasa belum siap untuk datang ke Komnas HAM. Beka menyebut pada prinsipnya Komnas HAM menghargai korban.

"Selama korban belum nyaman dan belum memutuskan untuk memberikan keterangan kepada Komnas HAM tentu kita hargai itu. Kedua, kalau ada opsi-opsi lain yang diminta oleh korban dan kemudian Komnas HAM bisa memenuhi itu kita akan lakukan," jelas Beka.

Nantinya, jika korban belum siap datang ke Kantor Komnas HAM maka pihaknya akan menyediakan tempat dan mendatangi korban atau menjemput bola.

"Kedua, kemudian kalau mau soal ada penjemputan untuk keamanan dan sebagainya itu kita sediakan. Itu prinsip sekarang ini. Jadi yang terpenting sekali lagi, nyaman bagi korban aman bagi korban juga," kata Beka.

Dijadwalkan hari ini Komnas HAM akan mendengarkan keterangan dari korban pelecehan seksual yang terjadi di Kantor KPI. Nantinya, korban akan ditanyai terkait dengan kronologis peristiwa yang sebenarnya terjadi dan bentuk kekerasan seksual yang korban alami.

"Termasuk waktu dan siapa saja pelakunya. Itu agendanya hari ini," ucap Beka.

Untuk diketahui, Komnas HAM menerima aduan soal perundungan (bullying) dan pelecehan seksual di kalangan pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sejak beberapa tahun lalu. Komnas HAM menyarankan agar korban melapor ke polisi karena ada unsur pidana pada kasus itu.

"Dari analisis aduan, korban disarankan untuk melapor ke polisi karena ada indikasi perbuatan pidana," kata komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9).

(lir/lir)