Kala Makam di Rorotan Ambles Dianggap Lumrah Pemprov DKI

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 20:36 WIB
TPU Rorotan Jakarta Utara.
TPU Rorotan Jakarta Utara (Faiz/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah petak makam di TPU Rorotan, Jakarta Utara, ambles. Pemprov DKI Jakarta menganggap amblesnya petak makam itu sebagai hal lumrah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya langsung bergerak untuk mengatasi makam ambles itu. Dinas Pemakaman dibantu Dinas Sumber Daya Air mencari solusi agar makam tak lagi ambles.

Riza menyebut ada proses pemadatan tanah di lahan makam TPU Rorotan. Tujuannya agar makam tak mudah tergerus oleh air.

Dia juga mengatakan lahan tersebut rawan ambles karena merupakan rawa yang diubah menjadi lahan kosong.

"Memang makam di Rorotan itu kan sebelumnya rawa, kemudian kita uruk, ternyata ada yang amblas," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (31/8/2021).

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan beberapa makam yang ambles sudah diperbaiki. Dia mengatakan makam yang amblas juga kondisinya tidak parah.

"Terdapat 10 petak makam yang ambles di sisi timur, tapi kondisinya tidak parah dan petugas juga langsung merapikan petak makam tersebut," kata Suzi, Rabu (1/9/2021).

Suzi menuturkan peristiwa ambles itu terjadi akibat peti jenazah COVID-19 yang mulai mengalami pelapukan. Dia menyebut hal itu lumrah terjadi.

"Kami akan terus berupaya mengurangi kemungkinan potensi amblesnya tanah. Hal ini lumrah terjadi, bukan hanya pada pemakaman khusus COVID-19, tetapi juga pada pemakaman biasa, terutama yang menggunakan peti jenazah," jelasnya.

Suzi mengakui lahan pemakaman di TPU Rorotan ini bekas kawasan rawa. Kendati demikian, dia memastikan potensi amblesnya kecil.

"Sudah dilakukan pengurukan dan pemadatan tanah menggunakan alat berat sehingga potensi amblesnya kecil," jelasnya.

Lihat juga video 'Puluhan Makam di TPU Khusus Covid-19 Parepare Ambles':

[Gambas:Video 20detik]



Di masa mendatang, Pemprov DKI akan melakukan pengecekan rutin untuk mengantisipasi terulangnya kejadian makam ambles. Ketika didapati tanah ambles, akan langsung dilakukan perbaikan.

"Setiap ada yang ambles, dengan segera kami rapikan kembali, langsung dipadatkan dan dibentuk petak makamnya," imbuhnya.

detikcom menyambangi TPU Rorotan dan melihat kondisi petak makam yang amblas. Beberapa makam ada yang sudah diperbaiki.

Kasatpel TPU Rorotan Jakarta Utara, Sukino, menerangkan makam yang ambles itu sudah sering diperbaiki.

"Ketika kena hujan, itu kan tanah padat. Ketika padat, kita uruk lagi. Yang turun itu petinya, otomatis kita uruk lagi. Nggak sekali dua kali itu ya, berkali-kali. Dari blok 1 sampai 5, kemudian ke blok 6 sampai 7. Bahkan, di sana sudah rata, kita balik lagi ya karena curah hujan. Itu faktor alami," ujarnya.

Sukino menerangkan, makam yang ambles ada di dua blok, baik di Blok Syuhada maupun Santo Yosef-Arimatea. Sebagian makam yang ambles terjadi karena saat pembuatan TPU tanah makam masih basah.

"Waktu itu penguburan di situ kan pas musim hujan juga, jadi tanahnya masih basah. Kalau di unit nonmuslim itu dia memang pengurukannya lebih tinggi, dia juga sudah mulai kering. Nggak terlalu signifikan, hanya beberapa saja," tuturnya.

Sukino tidak bisa memastikan berapa jumlah makam yang ambles. Yang jelas, lanjut dia, setiap hari petugas makam melakukan monitoring kondisi pemakaman.

"Setiap hari kita, kita tiap hari itu memang selalu controlling. Waktu masih tinggi-tingginya COVID kan agak susah. Pas mulai reda baru mulai rutin. Kalau hari ini tadi sudah banyak (yang diperbaiki). Ini kan tersebar soalnya, ya 1 orang bisa ngerjain 2-3 makam itu sudah banyak," paparnya.

Kabar makam ambles ini pun terdengar sampai ke ahli waris yang anggota keluarganya dimakamkan di TPU Rorotan. Gina, warga Cakung, Jakarta Timur mengaku sedih lantaran makam ibundanya juga ikut ambles.

"Jujur, sedih sih, maksudnya ini kan orang tua, tapi kuburannya malah ambles gini. Cuma kayaknya nggak layak ya kalau kuburan kayak gini," ucap Gina.

Gina mengatakan makam orang tuanya itu sudah diperbaiki. Dia berharap pihak TPU proaktif menginformasikan jika ada makam yang ambles.

"Alhamdulillah sih kita minta tolong tadi langsung dikerjakan. Harapannya, semoga tanahnya nggak ambles lagi. Mungkin bisa disiram tiap hari biar kuat. Sama buat TPU bisa ngabarin lebih dulu, jangan tunggu minta tolong baru perbaikin," jelas Ginas.

Sementara itu, Chandra asal Tangerang mengetahui ada makam yang ambles dari pemberitaan di media. Makam istrinya ambles tapi sudah diperbaiki.

"Mungkin yang belum diperhatikan tuh, informasi dari TPU ke pihak keluarga atau ahli waris. Jadi harus datang dan cari sendiri. Kan kalau (kami) dikabari, enak koordinasinya," tutur Chandra.

(idn/fas)