Pemprov DKI Jelaskan Penyebab Makam di TPU Rorotan Ambles

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 11:25 WIB
Petugas bersiap menurunkan jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol COVID-19 dari dalam mobil ambulans di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (21/6/2021). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Senin (21/6) menyebutkan kasus positif COVID-19 bertambah 14.536 orang sehingga total menjadi 2.004.445 orang, sementara kasus pasien sembuh bertambah 9.233 orang menjadi 1.801.761 orang, dan kasus meninggal akibat COVID-19 bertambah 294 jiwa sehingga totalnya menjadi 54.956 jiwa. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Ilustrasi TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menjelaskan penyebab 10 petak makam di TPU Rorotan, Jakarta Utara, ambles. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan hal ini terjadi lantaran adanya pelapukan peti jenazah COVID-19.

"Hal ini lumrah terjadi, bukan hanya pada pemakaman khusus COVID-19, tetapi juga pada pemakaman biasa, terutama yang menggunakan peti jenazah," kata Suzi dalam keterangan tertulis, Rabu (1/9/2021).

Suzi mengakui lahan pemakaman di TPU Rorotan ini bekas kawasan rawa. Kendati demikian, dia memastikan potensi amblesnya kecil.

"Sudah dilakukan pengurukan dan pemadatan tanah menggunakan alat berat sehingga potensi amblesnya kecil," jelasnya.

Ke depannya, Pemprov DKI akan melakukan pengecekan rutin untuk mengantisipasi terulangnya kejadian makam ambles. Ketika didapati tanah ambles, akan langsung dilakukan perbaikan.

"Setiap ada yang amblas, dengan segera kami rapikan kembali, langsung dipadatkan dan dibentuk petak makamnya," imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap sejumlah makam COVID-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, amblas. Pemprov DKI akan mencarikan solusi.

Riza awalnya menjelaskan sebelumnya lahan pemakaman di TPU Rorotan merupakan kawasan rawa sehingga rawan amblas.

"Memang makam di Rorotan itu kan sebelumnya rawa, kemudian kita uruk, ternyata ada yang amblas," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (31/8).

(idn/idn)