Sekolah Tatap Muka, SDN Pejaten Timur 01 Pagi Pastikan Tidak Ada Kerumunan

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 10:24 WIB
Suasana pembelajaran tatap muka hari kedua di  SDN Pejaten Timur 01 Pagi
Suasana pembelajaran tatap muka hari kedua di SDN Pejaten Timur 01 Pagi. (Nahda Rizki Utami/ detikcom)
Jakarta -

SDN Pejaten Timur 01 Pagi kembali menggelar pembelajaran tatap muka. Sebelumnya pada hari pertama PTM, sempat terjadi kerumunan orang tua murid yang sedang menunggu anaknya pulang sekolah, tetapi pihak sekolah mengaku telah mengevaluasi kejadian itu dan memastikan hal tersebut tidak akan terjadi lagi.

Pantauan detikcom kegiatan pembelajaran tatap muka hari kedua di SDN Pejaten Timur 01 Pagi terlihat kondusif. Orang tua secara tertib mengantarkan anaknya ke sekolah. Selain itu, penjaga sekolah yang berada di depan gerbang bersiap membimbing muridnya masuk kelas.

"Baik, bahkan hampir dibilang sangat baik. Kemarin hari pertama itu karena informasi yang didapat orang tua murid kurang sampai, sehingga ada penumpukan sedikit di depan karena kita mengupayakan motor tidak masuk, tapi sekarang alhamdulillah motor bisa masuk, kita bikin denahnya. Orang tuanya ngantar anaknya dan anaknya kita bimbing masuk kelas," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDN Pejaten Timur 01 Pagi, Umar, saat detikcom temui di lokasi, Jl Poltangan IV, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (1/9/2021).

Umar menjelaskan untuk kegiatan pembelajaran tatap muka hari kedua diisi oleh kelas lima dan kelas dua. Satu kelas terdiri dari 32 murid dan dibagi menjadi dua sesi berdasarkan nomor absen. Para murid ketika masuk sekolah juga dipastikan harus mencuci tangan dan dicek suhu tubuhnya.

"Untuk hari ini kelas 5 dan kelas 2. Kemarin kelas 1 dan kelas 3, besok kelas 4 dan kelas 6. Regulernya 32 anak. Jadi kita bikin dua sesi. Setiap sesi 3 jam pelajaran. Sesi pertama absen 1-16 dan sesi kedua absen 17-32," jelas Umar.

"Tetap siswa harus cuci tangan dan cek suhu tubuh. Ini sudah kita siapkan tempatnya. Kita punya 4 tempat cuci tangan. Kita juga menggunakan satu pintu, jadi one way. Setiap ruangan sudah kita siapkan hand sanitizer, pencuci tangan dan pengering tangan," tambahnya.

Suasana pembelajaran tatap muka hari kedua di  SDN Pejaten Timur 01 PagiSuasana pembelajaran tatap muka hari kedua di SDN Pejaten Timur 01 Pagi. (Nahda Rizki Utami/ detikcom)

Salah satu kendala yang dirasakan pada saat pembelajaran tatap muka di SDN Pejaten Timur 01 Pagi adalah pengaturan pada saat murid masuk ke wilayah sekolah. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan terus melakukan sosialisasi.

"Kendalanya pasti ada. Tinggal tergantung bagaimana kita menyikapinya. Kendala tidak besar. Palingan hanya kendala anak masuk tapi kita sudah sosialisasi. PTM ini sudah kegiatan selanjutnya. Sebelumnya kita pernah melakukan kegiatan uji coba PTM. Jadi, PTM sekarang sudah kedua," jelas Umar.

Dalam pembelajaran tatap muka, pihak SDN Pejaten Timur 01 Pagi juga membebaskan jika terdapat anak murid yang tidak diizinkan ke sekolah oleh orang tuanya. Pihak sekolah mengaku khawatir jika dipaksakan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, pihak sekolah menyediakan ruang khusus untuk karantina apabila terdapat murid yang suhunya melebihi ketentuan.

"Ada karena memang kondisi anaknya, tapi persentasenya kecil sekali. Kita juga menjaga kalau ada anak yang sakit itu kita mempersilahkan boleh ikut, boleh tidak. Kita khawatir malah nanti justru menimbulkan efek lain dari itu," ungkapnya.

"Contohnya murid saya, ada satu anak yang tidak ikut dan mengakui keluarganya ada yang mempunyai penyakit TBC. Jadi, kalau dia mau masuk juga kita tahan dulu sampai steril. Kita juga cek suhu anaknya, apabila pas di tes suhunya melebihi ketentuan, kita karantina dulu. Kita sudah menyiapkan ruangannya," jelas Umar.

Salah satu orang tua murid, Khadijah (43), juga bercerita dirinya senang melihat anaknya dapat bertemu dengan guru dan temannya di sekolah. Anaknya mengaku semangat pada saat berangkat sekolah.

"Ya senang ya akhirnya dia bisa ketemu guru sama teman-temannya langsung, nggak online lagi. Dia juga semangat banget mau berangkat sekolah," ujar Khadijah.

Walaupun anaknya belum divaksin karena di bawah 12 tahun, Khadijah mengaku khawatir tapi tetap yakin pembelajaran tatap muka ini aman. Khadijah mempersiapkan masker, hand sanitizer, serta botol minum kepada anaknya untuk kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Ya ada sih. Yang divaksin aja kan bisa kena juga. Tapi saya yakin insyaallah aman," jelas Khadijah.

"Palingan bawa masker, hand sanitizer, terus bawa minum sendiri," tambahnya.

Simak video 'Satgas: Jika Ada Siswa Terpapar COVID-19, PTM Dihentikan 3 Hari':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)