Cerita Anak Berkebutuhan Khusus Sambut PTM: Antusias Bangun Pagi

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 09:10 WIB
Sekolah tatap muka di SMKN 32 Jakarta
Sekolah tatap muka di SMKN 32 Jakarta (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Sistem pembelajaran tatap muka (PTM) mulai diterapkan kembali di sejumlah sekolah di DKI Jakarta. Ragam cerita para orang tua bermunculan menyiapkan anaknya untuk kembali ke sekolah.

Khairunissa, salah satu orang tua anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di SMKN 32 Jakarta, mengaku anaknya antusias saat akan kembali belajar di sekolah. Anak dari Khairunissa yang berusia 17 tahun ini diketahui menderita down syndrome.

"Jadi iya dikasih tahu besok kamu sekolah bangunnya harus lebih pagi dan anaknya siap ya, antusias," kata Khairunissa saat ditemui di SMKN 32 Jakarta, Rabu (1/9/2021).

Khairunisa mengaku telah mempersiapkan anaknya dalam menghadapi pembelajaran tatap muka. Persiapan dimulai dengan menekankan disiplin protokol kesehatan kepada anaknya tersebut.

"Persiapannya kita seperti anak normal aja ya, jadi saya ajarkan sama aja paling nanti pengertiannya dia cepet nangkep atau nggak. Saya ajarin dari rumah prokes juga belajar pakai masker, cuci tangan, jaga jarak gitu," jelasnya.

Meski anaknya cenderung memiliki kekurangan dalam bersosialisasi dan mengekspresikan diri, Khairunissa melihat ada antusiasme dalam diri anaknya saat mengikuti pembelajaran tatap muka. Siswa lain dan pengajar di sekolah, lanjut Khairunissa, pun menerima anaknya dengan hangat.

"Sangat baik anak saya diterima dengan baik kalau ada hambatan ditanya. Anak saya diterima dengan baik sekali di sini," jelas Khairunisa.

Sebagai orang tua, Khairunisa pun mengaku tidak begitu khawatir terhadap penyebaran COVID-19 saat pembelajaran tatap muka dimulai. Pasalnya, pihak sekolah hingga para siswa lainnya telah siap dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

"Untuk sekarang mudah-mudahan nggak karena kita lebih tenang karena kan dari pemerintah sudah siap, ada divaksin ya. Sekarang guru dan petugas di sekolah sudah divaksin dan anak-anak sudah vaksin. Jadi sama ikhtiar dari sekolah, guru dan siswa jadi orang tua sudah siap. Prokesnya sudah ketat banget," katanya.

Dia pun berharap sistem pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di Jakarta tetap diteruskan oleh pemerintah.

"Kalau saya setuju dengan sekarang dilanjutkan. Online tetep, tapi kalau kesempatan ke sekolah tetep karena tidak semua kan dibagi ada hari-harinya. Jadi sesuai prokes jumlahnya nggak banyak," jelas Khairunisa.