ADVERTISEMENT

Ditegur soal Insentif Nakes, Pemko Padang Ngaku sudah Bayar hingga Juli

Jeka Kampai - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 16:20 WIB
Ilustrasi Tenaga Kesehatan
Ilustrasi tenaga kesehatan (Fuad Hashim/detikcom)
Padang -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegur 10 Kepala Daerah yang belum membayarkan insentif kepada tenaga kesehatan (nakes). Salah satunya adalah Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Pihak Pemko Padang menyebut teguran tersebut keliru, karena proses pembayaran insentif nakes sudah dilaporkan ke Kemendagri. Namun memang pembayaran baru sampai Juli 2021.

"Saya rasa teguran ini keliru, karena kita sudah menyurati Mendagri termasuk melaporkan pembayaran yang sudah kita bayarkan Rp 22 miliar," kata juru bicara Pemko Padang, Amrizal Rengganis, kepada detikcom, Selasa (31/8/2021).

Jumlah Rp 22 miliar tersebut merupakan pembayaran insentif nakes dari Januari hingga Juli 2021. Menurut Rengganis, total ada sekitar Rp 50 miliar yang akan dicairkan Pemko Padang untuk tahun anggaran 2021.

"Jadi sudah selesai hingga Juli. Yang belum kita bayarkan itu periode Agustus sampai Desember. Tentu ada proses administrasi yang harus kita selesaikan sebelum pembayaran dilakukan," katanya.

"Sisa Rp 30 miliar lagi yang akan kita selesaikan. Sedang proses administrasi saja lagi untuk pembayaran periode Agustus sampai Desember 2021. Pemko sudah menyurati Kemendagri. Sudah ditindaklanjuti kalau ini hanya soal administrasi saja. Tidak ada kesengajaan sama sekali," tambah dia.

Mendagri Tegur 10 Kepala Daerah

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian menegur 10 kepala daerah yang belum membayarkan insentif tenaga kesehatan di daerahnya. Teguran itu dilayangkan melalui surat teguran yang diteken kemarin.

Mana saja 10 daerah yang ditegur Mendagri? Simak di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT