Bupati Gianyar Jawab Teguran Mendagri karena Belum Bayar Insentif Nakes

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 14:41 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian (Rusman-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Gianyar -

Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra menjawab teguran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian soal belum terbayarnya insentif tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Gianyar, Bali. Hal tersebut telah dikomunikasikan saat Staf Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali Monica Nirmala datang ke Bali.

Selain itu, Agus Mahayastra telah menyurati Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang ditembuskan ke Gubernur Bali, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Kita sudah bayar (insentif nakes untuk) Januari (dan) Februari. Kita sudah bayar dulu bahkan itu pada saat setelah Februari. Kalau tidak salah di bulan tiga dan bulan empat kita sudah bayar. Sisa Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus. Berarti kan sisa 6 bulan," kata Agus Mahayastra dalam sambungan telepon kepada detikcom, Selasa (31/8/2021).

"Dan isi surat kami adalah bahwa yang menangani COVID-19 itu kita gotong-royong. Kita tidak saja berada di kisaran tracing, testing, treatment, (tapi) ada juga pemulihan ekonomi, ada vaksinasi, ada bansos, yang dikerjakan seluruhnya bergotong-royong semua OPD," imbuhnya.

Karena penanganan COVID-19 dilakukan secara gotong-royong, tentunya tidak hanya nakes yang berjuang di garda terdepan. Ada tenaga lain yang juga harus dibayar dalam penanganan pandemi.

"Surat itu sudah kami sudah kami sampaikan dan ibu Monica ke sini itu staf ahlinya pak Luhut yang bicara di hadapan bupati se-Bali kemarin. Ternyata baru mengerti Ibu Monica oh lapangannya begini, tidak seperti bayangan mereka yang ada di pusat," tuturnya.

Di sisi lain, ada kesulitan fiskal yang dialami oleh di Pemkab Gianyar. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) Kabupaten Gianyar tahun 2021, misalnya, yang ditargetkan Rp 1,1 triliun baru masuk Rp 200 miliar. Jadi belum tercapai lagi Rp 900 miliar, padahal sudah memasuki September 2021.

Surat yang dikirimkan Agus Mahayastra ke Kemenkes itu hingga saat ini belum dibalas. Akan tetapi, jika pemerintah pusat memaksa Pemkab Gianyar membayar tenaga nakes, pihaknya akan melalukan hal tersebut. Tetapi dengan catatan ada kemungkinan sekitar 4.000 tenaga kontrak yang gajinya berkurang.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Insentif Nakes di Makassar Belum Dibayar Sejak 2020

[Gambas:Video 20detik]