Rekanan Jaksa Gadungan yang Tipu Proyek Rp 2 M Ditangkap di Bogor

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 16:44 WIB
Rekanan Jaksa Gadungan yang Tipu Proyek Rp 2 M Ditangkap di Bogor
Rekanan jaksa gadungan yang menipu proyek Rp 2 miliar ditangkap di Bogor. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Tim gabungan Kejaksaan Agung (Kejagung) mengamankan seseorang berinisial MBS (46), yang merupakan rekanan jaksa gadungan Rully Nuryawan (53), terkait kasus penipuan proyek Rp 2 miliar. MBS diamankan saat berada di kawasan Bogor, Jawa Barat.

"Tadi malam mengamankan seseorang (MBS) hasil pengembangan kasus yang diduga terima uang Rp 600 juta dari hasil kejahatan penipuan yang dilakukan Rully, jaksa palsu, yang berhasil mengambil uang korban Rp 2 M," kata Direktur Ideologi, Politik, Hukum, dan Hankam Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung Johny Manurung saat dihubungi, Sabtu (28/8/2021).

Johny mengatakan, setelah ditangkap, MBS langsung dibawa ke Kejati Jawa Barat. Setelah itu baru akan diserahkan ke Polda Jawa Barat. Johny mengungkap MBS berperan sebagai pihak yang mendandani Rully saat menjadi jaksa gadungan.

"Tapi dia alibinya masih memperkenalkan saja antara korban dan pelaku jaksa palsu, sementara menurut pelaku jaksa palsu, setelah diwawancara, dia terima Rp 600 juta dari Rp 2 miliar, bahkan dia yang dandani pelaku cara jadi jaksa," ungkapnya.

Kasus bermula saat Rully bekerja sama dengan oknum pegawai bank BUMD Jabar berinisial BS menipu korban Yusa sebesar Rp 2 miliar. Perkara ini bermula dari persahabatan antara Yusa dan BS pada 2020.

"Saat itu BS masih menjabat selaku salah satu pimpinan divisi di bank BUMD kantor pusat Bandung. BS menawarkan proyek IT bernilai hingga Rp 40 miliar di bank tersebut," tutur Dodi.

Lantaran BS selaku pimpinan yang mengajak, Yusa pun menyanggupi. BS lantas mengajak korban menemui Rully, yang disebut sebagai jaksa dari Kejagung.

Pertemuan dilakukan di sebuah kafe di Jakarta. Rully saat itu meminta korban menyerahkan uang Rp 2 miliar sebelum Oktober untuk mendapatkan proyek tersebut.

"Pada pertemuan tersebut, Rully mengaku sebagai jaksa di Kejaksaan Agung dan berpangkat bintang satu," kata dia.

Korban menyanggupi dan mulai membayar secara bertahap sejak September 2020. Ada tiga tahapan pemberian yang masing-masing tahapannya dengan nominal beragam, mulai Rp 500 juta hingga Rp 750 juta.

"Sehingga total uang yang diberikan mencapai Rp 2 miliar," kata Dodi.

Korban kemudian merasa ada kejanggalan. Sebab, memasuki Januari 2021, proyek yang dijanjikan oleh BS dan Rully tak kunjung terealisasi. Akhirnya korban berinisiatif mengecek nama Rully ke Kejagung.

"Namun namanya tidak tercatat sebagai pegawai," ucapnya.

Rully pun kemudian diburu. Petugas tim gabungan akhirnya berhasil mengamankan Rully. Setelah diperiksa di kantor Kejati Jabar, Rully kemudian diserahkan ke Polda Jabar.

"Selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Jawa Barat," tutur dia.