Ngaku Jaksa, Pria Ini Berhasil Menipu hingga Rp 2 Miliar

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 19:17 WIB
Jaksa gadungan menipu Warga Bandung hingga Rp 2 miliar
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung -

Seorang pria mengaku Jaksa berpangkat bintang di Kejaksaan Agung ditangkap tim gabungan. Pria tersebut melakukan penipuan terhadap korban bernama Yusa Rahmadi sebesar Rp 2 miliar.

Pria mengaku Jaksa bernama Rully Nuryawan itu diamankan tim gabungan dari tim pengamanan sumber daya organisasi dibantu dari tim AMC dan Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Dia ditangkap di Semarang pada Selasa (24/8/2021).

"Yang bersangkutan kemudian dibawa ke kantor Kejati Jabar untuk dimintai keterangan oleh tim PAM SDO Kejati Jabar," ucap Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil dalam keterangannya, Selasa (24/8/2021).

Kasus bermula saat Rully bekerja sama dengan oknum pegawai bank BUMD Jabar berinisial S menipu korban Yusa sebesar Rp 2 miliar. Perkara ini bermula dari persahabatan antara Yusa dan BS pada tahun 2020.

"Saat itu BS masih menjabat selaku salah satu pimpinan divisi di Bank BUMD kantor pusat Bandung. BS menawarkan proyek IT bernilai hingga Rp 40 miliar di bank tersebut," tutur Dodi.

Lantaran BS selaku pimpinan yang mengajak, Yusa pun menyanggupi. BS lantas mengajak korban menemui Rully yang disebut sebagai Jaksa dari Kejagung.

Pertemuan dilakukan di sebuah kafe di Jakarta. Rully saat itu meminta korban menyerahkan uang sebesar Rp 2 miliar sebelum Oktober untuk mendapatkan proyek tersebut.

"Pada pertemuan tersebut, Rully mengaku sebagai jaksa di Kejaksaan Agung dan berpangkat bintang satu," kata dia.

Korban menyanggupi dan mulai membayar secara bertahap sejak September 2020. Ada tiga tahapan pemberian yang masing-masing tahapannya dengan nominal beragam mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 750 juta.

"Sehingga total uang yang diberikan mencapai Rp 2 miliar," kata Dodi.

Korban kemudian merasa ada kejanggalan. Sebab memasuki Januari 2021, proyek yang dijanjikan oleh BS dan Rully tak kunjung terealisasi. Akhirnya, korban berinisiatif mengecek nama Rully ke Kejagung.

"Namun namanya tidak tercatat sebagai pegawai," ucapnya.

Rully pun kemudian diburu. Petugas tim gabungan akhirnya berhasil mengamankan Rully. Usai diperiksa di kantor Kejati Jabar, Rully kemudian diserahkan ke Polda Jabar.

"Selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jawa Barat," tutur dia.

(dir/ern)